Rabu, 05 Juli 2023

keterampilan membaca 2023

 

1.        Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa ada hubungan timbal balik antara menulis dan membaca, dan keduanya saling mempengaruhi dalam pengembangan keterampilan bahasa dan gaya penulisan seseorang.

Hubungan antara menulis dan membaca :

·      Kegiatan menulis membutuhkan membaca: Saat seseorang menulis, dia menggunakan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dari membaca. Proses menulis melibatkan penggunaan kata-kata, kalimat, dan struktur bahasa yang telah dipelajari melalui membaca. Melalui membaca, seseorang juga mendapatkan inspirasi dan contoh gaya penulisan yang berbeda, yang dapat diadaptasi ke dalam tulisan mereka sendiri.

·      Membaca membutuhkan menulis: Ketika seseorang membaca, dia tidak hanya memahami teks, tetapi juga secara tidak langsung memproses cara penulis menyampaikan pesan. Kemampuan menulis membantu seseorang untuk mengerti bagaimana penulis merangkai kalimat, mengorganisir ide, dan menyampaikan informasi secara efektif. Dengan demikian, menulis membantu memperdalam pemahaman membaca.

Kaitan dengan gaya penulisan seseorang: Membaca berpengaruh pada gaya penulisan: Saat seseorang membaca berbagai jenis teks dan karya dari penulis yang berbeda, mereka terpapar pada beragam gaya penulisan. Hal ini dapat mempengaruhi cara seseorang menyampaikan pesan, penggunaan kata-kata, dan struktur kalimat dalam tulisan mereka. Inspirasi dari gaya-gaya penulisan yang berbeda dapat membantu seseorang mengembangkan gaya penulisan yang khas dan unik. Menulis membentuk gaya penulisan: Ketika seseorang sering menulis, mereka dapat mengasah gaya penulisan mereka sendiri. Proses menulis secara teratur membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam gaya penulisan, dan secara bertahap mengubahnya menjadi lebih matang dan konsisten. Pengalaman menulis ini akan membentuk identitas penulis dan mencerminkan preferensi gaya penulisan mereka.

 

2.      Analisis ketidakefektifan kalimat tersebut:

 Kalimat pertama memiliki ketidakefektifan karena menggunakan kalimat yang sama dengan kalimat kedua. Ini menyebabkan pengulangan informasi yang tidak perlu.

Perbaikan kalimat tersebut:

Pengalaman dan pergulatan batin William Robert selama pandemi diejawatahkan melalui sejumlah karya lukisan dengan tema "Jendela Seribu Pintu". Pameran tunggal ke-16 ini digelar di Galeri Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Kota Bandung dan menampilkan delapan lukisan William. Acara pameran berlangsung pada 12-21 Oktober 2022.

Kalimat efektif yang telah diperbaiki:

"Pengalaman dan pergulatan batin William Robert selama pandemi diejawatahkan melalui sejumlah karya lukisan dengan tema 'Jendela Seribu Pintu'. Pameran tunggal ke-16 ini digelar di Galeri Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Kota Bandung dan menampilkan delapan lukisan William. Acara pameran berlangsung pada 12-21 Oktober 2022."

 

 

 

 

 

 

3.      Surat Undangan

HIMPUNAN MAHASISWA PGSD

UNIVERSITAS TERBUKA

Jl. MT Haryono No.11 Sitang, Telp. 12345

E-mail:Himpunan.mahasiswapgsd23@gmail.com

­

Sintang, 7 Mei 2023

 

No                   : 0423/20/2023

Lamp   : -

Hal       : Undangan Rapat Koordinasi

 

Kepada, Yth.

Ketua Jurusan PGSD Universitas Terbuka

Di Tempat

 

Dengan hormat,

Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan seminar nasional yang akan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan PGSD, kami bermaksud mengadakan rapat koordinasi sebagai langkah awal untuk menyusun agenda dan memastikan kelancaran acara tersebut.

 

Rapat koordinasi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal    : Senin, 24 Oktober 2022

Waktu              : Pukul 09.00 sampai dengan selesai

Tempat                        : Ruang Pertemuan Jurusan

 

Dalam rangka memastikan keberhasilan rapat koordinasi ini, kami mengundang Bapak/Ibu sebagai Ketua Jurusan untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi serta memberikan arahan yang berharga. Demikian surat undangan rapat koordinasi ini kami sampaikan. Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

 

Hormat kami,

 

 

 

Sri Wahyuni

 

 

 

 

4.      Meningkatkan Literasi di Kalangan Mahasiswa: Investasi untuk Masa Depan yang Gemilang

Literasi merupakan keterampilan yang tak ternilai harganya di era informasi yang semakin maju. Kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. Di tengah permasalahan literasi yang masih menghantui Indonesia, perhatian terhadap peningkatan literasi di kalangan mahasiswa menjadi sebuah investasi yang penting untuk menciptakan masa depan yang gemilang. Sebagai generasi penerus, mahasiswa memiliki peran kunci dalam mendorong perubahan yang positif melalui peningkatan kemampuan literasi.

Pentingnya literasi bagi mahasiswa terletak pada kemampuan mereka untuk memperoleh informasi dengan kritis dan memahami konteks yang beragam. Dalam dunia yang didominasi oleh media sosial dan berita palsu, mahasiswa perlu dilengkapi dengan kemampuan menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diterima. Dengan keterampilan literasi yang kuat, mereka akan mampu membedakan fakta dari opini, menghargai perspektif yang berbeda, dan menyusun argumen yang kokoh berdasarkan pemahaman yang mendalam.

Selain itu, kemampuan literasi juga membuka pintu menuju kesempatan yang lebih luas. Mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca yang baik akan mampu memperoleh pemahaman yang mendalam tentang berbagai topik, menggali pengetahuan baru, dan mengasah kreativitas. Mereka akan mampu mengungkapkan ide-ide mereka secara efektif melalui tulisan, berbagi pengetahuan dengan orang lain, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik.

Pentingnya literasi di kalangan mahasiswa juga terlihat dalam konteks profesional. Di dunia kerja yang kompetitif, kemampuan literasi menjadi kualifikasi yang dicari oleh perusahaan. Mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik akan lebih mampu mengomunikasikan gagasan, mengembangkan proposal yang persuasif, dan menyampaikan ide-ide dengan jelas dan efektif. Dalam era digital, mahasiswa dengan literasi teknologi yang baik juga akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan menguasai alat-alat baru yang diperlukan di tempat kerja.

Untuk menerapkan literasi di kalangan mahasiswa, perlu ada dukungan dan peran aktif dari institusi pendidikan. Universitas dapat melibatkan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan yang mendorong pembacaan, seperti klub buku, lokakarya penulisan, atau diskusi kelompok. Selain itu, pendekatan interdisipliner dalam kurikulum juga dapat memperkaya kemampuan literasi mahasiswa dengan mengintegrasikan pembelajaran di berbagai mata pelajaran.

Dalam kesimpulan, literasi merupakan aset berharga yang harus ditanamkan di kalangan mahasiswa sebagai investasi untuk masa depan yang gemilang. Kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis tidak hanya membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, tetapi juga membuka pintu kesempatan yang lebih luas dalam dunia akademik maupun profesional. Dengan dukungan dari institusi pendidikan dan kesadaran akan pentingnya literasi, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan literasi mereka dengan baik, menjadi pemimpin yang cerdas dan kritis, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih literat.

Minggu, 11 Juni 2023

ANALISIS FILM REPUBLIK TWITTER

 

ANALISIS FILM REPUBLIK TWITTER

 

A.    PEMAIN

§   Laura Basuki kepada Dyah Hanum Farani, seorang wartawan investigasi junior

§   Abimana Aryasatya kepada Sukmo Wiyogo

§   Enzy Storia kepada Nadya Cahyadi

§   Ben Kasyafani kepada Andre Rahardian

§   Tio Pakusadewo kepada Kemal Pambudi

§   Nina Tamam kepada Tante Nina

§   Jennifer Arnelita kepada Rika

§   Leroy Osmani kepada Arif Cahyadi

§   Gary Iskak kepada Agra

§   Otig Pakis kepada Kardi

§   Edi Oglek kepada Belo Harahap

§   Mughnizein kepada Smurf

§   Mengky kepada Daebak

 

B.     SINOPSIS SINGKAT

Film adalah salah satu media komunikasi massa yang sangat ampuh dalam mempengaruhi penonton untuk mengubah pola pikir dan perilakunya agar sesuai dengan agenda media yang dibuat oleh komunikator. Salah satu aspek yang paling sering disinggung dalam sebuah film adalah masalah gender. Di Indonesia sendiri terdapat banyak film yang mengandung unsur permasalahan terhadap gender. Gender merupakan konsep jenis kelamin dilihat dari segi sosial dan budayanya. Gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural. “Republik Twitter” merupakan sebuah film yang memberikan nafas segar bagi industri perfilman Indonesia. Mengusung tema percintaan antara Mahasiswa tingkat akhir dan Jurnalis wanita, drama ini nyatanya mampu menyimpan permasalahan gender yang cukup sensitif.

 

C.    PERAN ASPEK PENDIDIKAN, ETIKA, POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN PEMERINTAH DALAM FILM REPUBLIK TWITER.

 

1.       Aspek Pendidikan

Kalau kita lihat film republic twiter dalam bidang pendidikan itu, masyarakat atau siswa banyak menggunakan jejaring sosial untuk melalui hari-harinya dan banyak informasi baru yang mudah didapatkan. Mereka lebih senang mendapat informasi dari gegetnya atau laptopnya sendiri dibandingkan membaca Koran atau informasi dari tempat lain.karena semua orang sudah memiliki  hp atau laptopnya. Jadi lebih mudah atau simple untuk mendapatkan suatau informasi. Karena informasi dalam jejaring sosial itu selalu up to date mungkin karena itu banyak masyarakat lebih memilih mendapatkan informasi dari jejaring sosial. Tidak bersusah payah dalam menemukan suatu informasi.

 

2.       Aspek etika

Kalau kita sudah menonton film republic twiter itu,kita bisa melihat tidak seorangpun siswa yang tidak menggunakan hp atau gegetnya,siswa sekolah selalu saja sibuk sama hpnya itu, orang tua lagi bicarapun tidak diperdulikan, orang-orang lebih mementingkan dunia mayanya dibandandingkan dunia nyatanya. Sifat manusia bisa berubah-ubah diakibatkan karna hpnya dan zaman semakin canggih.

 

3.       Aspek politik

Seperti yang kita ketahui, Sekarang banyak media-media sosial yang bermuculan menulis tentang politik didalam jejarin sosial salah satunya itu adalah twiter,dan salah satu media yang dibahas dalam film republic twiter ini adalah politikus. Kita bisa membuat kata-kata apa saja di jejarin sosial tersebut. Dan kita juga bisa membuat tenar seseorang didalam dunia maya ini,karena semua informasi yang disediakan dalam dunia maya ini bisa dilihat keseluruh dunia. Dan kita tidak membutuhkan banyak waktu untuk melalukan hal yang mungkin kita lakukan agar kita tenar didalam dunia maya tersebut.

 

 

4.       Aspek ekonomi

Kalau kita tinjau dari bidang ekonomi dalam film ini, membutuhkan kerjasama untuk mendapatkan ekonomi yang banyak, orang yang mengelola warnet twiter itu bisa memamfaatkan politikus agar seorang arif cahyadi bisa tenar didunia maya dan bisa jadi geburnur DKI Jakarta, meskipun itu tidak benar menurut arif cahyadi. Jadi orang warnet bisa mendapatkan uangnya dari politikus tersebut sebaliknya politikus itu iya lebih mempertahankan nama politiknya tersebut.

 

5.       Aspek sosial

Dalam aspek sosial ini kita bisa bersosialisai melalui jejarin salah satunya twiter, banyak orang bersosialisasi lewat twiter karena tidak membutuhkan waktu dan menhabiskan tenanga untuk datang atau bertemu langsung dengan orang. Jejaring sangat simple untuk bersosialisasi. Tidak mengenal waktu dan tempat,kita bisa bersosialisasi dimana saja kapan saja melalui jejaring.

 

6.       Aspek pemerintahan

Kalau kita tinjau dari aspek sosial dalam film ini banyak sekali membahas tentang politik dan aspek sosial, mungkin tokoh dari kemal itu bisa kita buat contohnya, kalau ada orang seperti kemal itu dalam suatu bidang pemerintahan itu pasti akan merugikan atau merusak pamor pemerintahan.

D.    HAL POSITIF DAN NEGATIF

Terdapat hal positif dan negative dalam Film Republik Twitter. Hal positifnya adalah kecerdasan pemikiran yang bisa mengangkat nama melalui Twitter, selain itu kegigihan Sukmo untuk mengejar tujuannya sangat baik untuk dijadikan motivasi oleh setiap penonton.

Tetapi ada hal negatifnya yaitu kecerdasan strategi tersebut ketika pelaksanaannya merupakan hal yang licik. Dalam tweet-tweet Sukmo tidak 100% benar mengenai sifat-sifat orang yang diangkat namanya.

 

MATA KULIAH TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 

1.      Tuna netra merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan dalam indera penglihatan. Orang tuna netra mengandalkan indera peraba dan indera pendengaran untuk memahami kondisi dan situasi di sekitar dalam kegiatan sehari-hari.

2.      Seorang guru dapat memberikan media kepada anak tunanetra dengan memberikan media yang mendukung dalam hal pendengaran atau perabaan. Contoh medianya dalam hal pendengaran  yaitu media bola yang diberikan bunyi bunyian  dalam pelajaran olahraga anak tunanetra akan dapat bermain bola mengikuti suara bola yang di berikan bebunyiaan. Contoh media perabaan misalnya pembelajaran untuk membedakan benda padat dan cair itu dapat diberikan media yang asli misalnya bantu dan air ajak anak tunanetra untuk meraba dan membedakan.

3.      Menurut saya yang paling tepat yaitu  system Pendidikan inklusif karena system Pendidikan ini  memberikan kesempatan kepada siswa tunarungu untuk belajar dengan siswa mendengar lainnya. Sekolah menyediakan program yang sesuai dengan kebutuhan anak tunarungu dalam kata lain sekolah umum tersebut mempunyai system yang diasaptasi dengan kebutuhan anak tunarungu selain itu siswa  dapat berinteraksi dengan anak-anak lain tidak hanya dengan anak-anak tunarungu.

4.      Chronological age adalah usia kelahiran atau usia yang dihitung sejak anak lahir hingga sekarang. Mental age adalah perkembangan kecerdasan, kecerdasan yang dimaksud dalam hal ini adalah rata-rata penampilan anak pada usia tertentu.

Sumber . Modul 06 6.7

5.      Skenario Strategi  Kooperatif

Sekolah            : SDN …

Mata Pelajaran : PKN

Kelas/Semester : II/1

Alokasi waktu : 4 X 45

A.    Standar Kompetensi

Menampilkan sikap cinta lingkungan

B.     Kompetensi Dasar

Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan

Skenario :

·         menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa,

·         menyajikan informasi tentang lingkungan alam,

·         Guru mengajak siswa keluar kelas untuk mengamati lingkungan yang ada di sekolah

·         mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar ,

·         Guru memberikan kertas untuk ditulis apa saja tumbuhan yang dilihat tiap-tiap kelompok dilingkungan sekolah

·         Guru membimbing kelompok belajar

·         Guru mengajak setiap kelompok untuk menjelaskan apa saja yang didapat

·         Guru dan siswa melakukan evaluasi,

·          Guru memberikan penghargaan.

 

ilmu, teknologi, dan masyarakat (ITM) IPS UT

 

1.      Konsep ilmu, teknologi, dan masyarakat (ITM) perlu dimasukkan dalam pembelajaran IPS di SD karena alasan-alasan berikut:

Konsep ITM dimasukkan dalam pembelajaran IPS memberikan kontribusi secara langsung terhadap misi pokok IPS, khususnya dalam mempersiapkan warga Negarasebagai berikut :

·      Memahami ilmu pengetahuan di masyarakat.

·      Pengambilan keputusan warga Negara

·      Membuat koneksi antar pengetahuan

·      Mengingatkan generasi pada sejarah bangsa-bangsa beradab

Pada awalnya ide pemikiran tentang konsep ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial dimasukkan dalam pembelajaran IPS terlebih dahulu berkembang di Negara-negara Eropa yang kemudian diadopsi oleh Amerika Serikat. Noris Harms melalui studinyaproject shyntesis mengembangkan IPS untuk persekolahan dengan tujuan sebagai berikut:

·      .IPS untuk memenuhi kebutuhan pribadi individu. Pendidikan IPS hendaknya mempersiapkan individu-individu yang menggunakan kehidupan mereka dan menjawab dunia teknologi yang semakin majub.

·      IPS untuk memecahkan berbagai persoalan kemasyarakatan masa kini. Pendidikan IPS hendaknya menghasilkan warga Negara yang serba tahu yang siap menghadapi persoalan kemasyarakatan yang berkaitan dengan masalah IPS secarabertanggungjawabc.

·      IPS dalam membantu memilih karir. Pendidikan IPS hendaknya menyadarkansemua siswa akan hakikat dan ruang lingkup keragaman karir yang berkaitandengan ilmu dan teknologi yang terbuka bagi semua siswa yang mempunyai bakatyang berbedad.

·      IPS untuk mempersiapkan studi lanjutan. Pendidikan IPS hendaknya membukakesempatan kepada siswa yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan yang secaraakademik maupun professional akan mendapatkan pengetahuan akademik yangtepat untuk memenuhi kebutuhannya.

Konsep Ilmu, Teknologi dan Masyarakt atau disingkat dengan ITM diperlukan dalampembelajaran IPS sebab masalah-masalah kemasyarakatan pada era kini tidak dapatdipecahkan hanya dengan mengandalkan satu disiplin ilmu semata, tetapi salingketerkaitan dengan disiplin ilmu lainnya dikarenakan permasalahan masyarakat makinkomplek.

 

2.      Beberapa hal penting dari konsep ilmu, teknologi, dan masyarakat (ITM) dalam memberikan kontribusi terhadap misi pokok IPS adalah sebagai berikut:

·      Memahami ilmu pengetahuan di masyarakat.

Konsep ITM membantu siswa memahami peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dan di masyarakat. Hal ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana ilmu pengetahuan ditemukan, dikembangkan, dan digunakan untuk memahami fenomena alam, manusia, dan masyarakat.

·      Pengambilan keputusan warga Negara.

Konsep ITM membantu siswa dalam pengembangan keterampilan pengambilan keputusan yang penting sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Siswa akan mempelajari bagaimana informasi, data, dan fakta yang diperoleh melalui ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk memahami isu-isu sosial, politik, dan ekonomi.

·      Membuat koneksi antar pengetahuan.

Konsep ITM membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan untuk membuat koneksi antara berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, geografi, ekonomi, dan lainnya. Siswa akan belajar bagaimana pengetahuan dari berbagai bidang ini saling terkait dan saling mempengaruhi.

·      Mengingatkan generasi pada sejarah bangsa-bangsa beradab

Konsep ITM juga membantu siswa untuk menghargai sejarah bangsa-bangsa yang beradab dan peran teknologi dalam perkembangan masyarakat. Siswa akan belajar tentang inovasi dan pencapaian penting dalam sejarah manusia yang melibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini memberikan siswa pemahaman yang lebih baik tentang perjalanan manusia sepanjang waktu dan memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang telah dicapai serta tantangan yang dihadapi.

 

3.      beberapa dampak positif dan negatif dari kemajuan di bidang teknologi

Dampak Positif

·      Kemudahan Akses Informasi: Teknologi telah memungkinkan akses mudah dan cepat terhadap informasi dari berbagai sumber di seluruh dunia. Contohnya adalah akses internet yang memungkinkan kita mencari informasi, membaca berita, atau mempelajari hal-hal baru dengan cepat.

·      Kemajuan di Bidang Kesehatan: Teknologi medis telah memberikan kemajuan signifikan dalam diagnosis, perawatan, dan penyembuhan penyakit. Misalnya, perkembangan dalam bidang pencitraan medis seperti CT scan dan MRI memungkinkan deteksi dini dan diagnosis yang lebih akurat.

·      Efisiensi dan Produktivitas: Kemajuan teknologi telah meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai sektor. Misalnya, otomatisasi proses manufaktur menggunakan robotik dan mesin dapat meningkatkan produksi dan mengurangi biaya produksi.

·      Kemudahan Komunikasi: Teknologi komunikasi seperti ponsel cerdas dan media sosial telah memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia.

Dampak Negatif

·      Ketergantungan: Kemajuan teknologi dapat menyebabkan ketergantungan yang berlebihan, terutama pada perangkat elektronik seperti ponsel cerdas. Ketergantungan ini dapat mengganggu keseimbangan kehidupan pribadi dan sosial.

·      Privasi dan Keamanan: Teknologi memunculkan masalah privasi dan keamanan yang kompleks. Misalnya, kebocoran data pribadi atau serangan siber yang dapat mengakibatkan pencurian identitas atau penipuan online.

·      Pengangguran: Kemajuan teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan dapat menggantikan pekerjaan manusia dalam beberapa sektor. Ini dapat menyebabkan pengangguran struktural dan membutuhkan adaptasi keahlian baru bagi tenaga kerja.

·      Ketimpangan Digital: Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan koneksi internet. Ketimpangan digital dapat memperkuat kesenjangan sosial dan ekonomi antara mereka yang memiliki akses teknologi dan mereka yang tidak.

 

yang kita rasakan langsung dari dampak-dampak tersebut adalah kemudahan akses informasi dan komunikasi yang diberikan oleh teknologi. Kita dapat mencari informasi secara instan melalui mesin pencari, menghubungi orang-orang di seluruh dunia melalui panggilan video, atau berinteraksi dengan teman dan keluarga melalui media sosial. Namun, kita juga bisa merasakan dampak negatif seperti ketergantungan yang berlebihan pada ponsel cerdas yang dapat mengganggu interaksi sosial face-to-face atau melibatkan diri dalam praktik online yang merugikan privasi kita.

 

4.       

Tabel 1 : Perbandingan konsep ITM dan Tradisional dalam IPS
Tradisional ITM
• Konsep adalah informasi yang digunakan oleh guru untuk bahan tes • Siswa menganggap konsep sebagai sesuatu yang berguna bagi pribadi nya
• Konsep dianggap sebagai hasil • Konsep dianggap sebagai komoditas yang diperlukan untuk memecahkan masalah
• Belajar pada hakikatnya adalah sebagai ujian • Belajar karena aktivitas,proses ini penting namun bukan merupakan fokus
• Daya tahanya hanya berlaku dalam waktu singkat • Siswa yang belajar melalui pengalaman sering mengaitkan nya dengan situasi baru

Tabel 2 : Perbandingan proses ITM dan Tradisional dalam IPS
Tradisional ITM
• Siswa menganggap proses ilmiah sebagai keterampilan milik para ilmuwan • Siswa menganggap proses ilmiah sebagai keterampilan yang dapat dilakukan oleh siswa
• Siswa menggagap proses sebagai sesuatu untuk di terapkan sebagai keharusan pelajaran • Siswa memandang proses sebagai keterampilan yang diperlukan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri mereka
• Pembahasan guru tentang proses ilmu kurang dipahami oleh siswa karena tidak memperhatikan tingkat kelas • Siswa mudah memahami kaitan proses ilmu dengan perilaku sehari-hari
• Siswa memandang proses ilmu sebagai keterampilan yang abstrak,dipuja-puja dan sulit tercapai dan didekati • Siswa memandang proses ilmiah sebagai bagian penting dari apa yang biasa mereka lakukan di kelas IPS

Tabel 3 : Perbandingan sikap siswa ITM dan Tradisional dalam IPS
Tradisional ITM
• Perhatian siswa menurun pada kelas tertentu • Perhatian siswa meningkat pada setiap kelas
• IPS menunjukan tingkat rasa ingin tau yang menurun • Rasa ingin tau siswa lebih tinggi
• Siswa memandang guru sebagai penyampai informasi • Siswa memandang guru sebagai fasilisator
• Siswa memandang IPS sebagai informasi yang harus dipelajari • Siswa memandang IPS sebagai suatu cara untuk mengatasi masalah

Tabel 4 : Perbandingan antara kreativitas siswa ITM dan Tradisional dalam IPS
Tradisional ITM
• Kemampuan bertanya siswa rendah • Siswa banyak bertanya untuk mengembangkan bahan belajar dan aktivitas di kelas
• Siswa langka mengajukan pertanyaan yang unik • Siswa sering bertanya hal-ahal yang unik yang menarik perhatian baik siswa maupun guru
• Kemampuan mengenal sebab-akibat dari situsai khusus kurang efektif • Siswa mempunyai kemampuan dalam mengemukakan sebab-akibat dari hasil pengamatan maupun tindakannya
• Siswa memiliki sedikit ide yang asli • Siswa nampak bergembira dengan ide-idenya

Tabel 5 : Perbandingkan antara Aplikasi ITM dan Tradisional dalam IPS
Tradisional ITM
• Siswa tidak memanfaatkan hasil belajar ilmu bagi kehidupannya • Siswa memanfaatkan ilmu yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari
• Siswa tidak memanfaatkan hsil belajar nya untuk memecahkan masalah • Siswa terlibat dalam memecahakan isu-isu sosial dan tahu relativitas ilmu dalam memikul tanggung jawab sebagai warga negara
• Siswa dapat memceritakan informasi yang dipelajarinya • Siswa mencari informasi dalam memecahkan masalah
• Siswa tidak mrngaitkan ilmu yang mereka pelajari dengan teknologi saat ini • Siswa tertarik dengan perkembangan teknologi mutakhir dan memanfaatkannya untuk mengetahui guna dan reveransi konsep ilmu

 

PERSPEKTIF UT

 

1.      Kemampuan membaca, melek huruf, melek wacana, dan kemampuan menulis “kemampuan yang bersifat mekanik”. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan ketiga kemampuan tersebut:

a.       Kemampuan membaca, melek huruf

Anak-anak dapat mengubah dan melafalkan lambing-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi bermakna, memungkinkan anak-anak dapat melafalkan lambing-lambang huruf yang dibacanya tanpa diikuti oleh pemahaman terhadap lambing bunyi-bunyi tersebut.

b.      Kemampuan membaca, melek wacana

Kemampuan membaca yang sesungguhnya, kemampuan mengubah lambing-lambang tulis menjadi bunyi-bunyi bermakna disertai pehaman akan lambing-lambang tersebut. Bekal kemampuan melek wacana anak di pajakan dengan berbagai informasi dan pengetahuan dari berbagai media cetak yang dapat diakses sendiri.

c.       kemampuan menulis “kemampuan yang bersifat mekanik”

menghasilkan tulisan dengan benar secara teknis, termasuk penggunaan tanda baca, ejaan yang benar, dan penulisan yang jelas dan kohesif.

 

2.      Perbedaan antara metode eja dan metode bunyi terletak pada pembaca pemulaan. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya:

a.       Metode eja

Metode eja, juga dikenal sebagai metode abjad, didasarkan pada penggunaan huruf-huruf yang mewakili bunyi dalam bahasa tertentu. Dalam metode eja, setiap bunyi diucapkan secara individual dan diwakili oleh huruf atau kombinasi huruf yang menggambarkan bunyi tersebut. Contohnya, dalam bahasa Inggris, kata "cat" dieja sebagai "C-A-T", di mana setiap huruf mewakili bunyi tertentu. Metode eja lebih berfokus pada representasi grafis bunyi dan penggunaan tanda-tanda tertentu untuk mewakili bunyi-bunyi tersebut. Ini memungkinkan pembaca untuk mengenali kata-kata tertulis dan melafalkannya berdasarkan kumpulan huruf yang ada dalam kata tersebut.

b.      Metode bunyi

Metode bunyi, juga dikenal sebagai metode fonetik, berfokus pada representasi suara dan pengucapan bunyi yang tepat dalam pengejaan kata. Dalam metode bunyi, bunyi-bunyi yang ada dalam kata diekspresikan menggunakan simbol fonetik atau tanda-tanda khusus yang merepresentasikan suara yang dihasilkan oleh bibir, lidah, dan organ-organ bicara lainnya. Dalam metode bunyi, pengejaan kata mengacu pada pengucapan suara-suaranya, sehingga pembaca akan tahu bagaimana cara melafalkan kata tersebut dengan benar. Ini dapat membantu dalam situasi di mana pengejaan konvensional dalam metode eja mungkin tidak memberikan petunjuk yang jelas tentang pengucapan kata yang tepat, terutama dalam bahasa yang memiliki banyak pengecualian dalam pengejaan. Metode bunyi biasanya digunakan dalam kamus atau bahan pembelajaran bahasa untuk membantu pembaca mempelajari cara melafalkan kata-kata secara akurat dan konsisten.

 

 

3.      Penilaian proses

Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dalam kegiatan belajar mengajar. Proses yang dinilai meliputi tiga ranah yakni kognisi, afeksi, dan psikomotor. Penilaian kognisi menggunakan tes, penilaian afeksi dan psiomotor menggunakan penilaian nontes. penilaian berkaitan dengan proses evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa, sementara hasil merujuk pada hasil akhir yang dicapai siswa dalam membaca, menulis, dan pengetahuan.

Penilaian hasil

Hasil dalam MMP merujuk pada hasil akhir yang dicapai siswa dalam membaca, menulis, dan pengetahuan. Hasil ini mencerminkan pemahaman, keterampilan, dan pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa pada akhir suatu periode pembelajaran atau program. Hasil dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk, seperti tingkat pemahaman teks, kemampuan menulis dengan struktur yang baik, pengetahuan tentang topik tertentu, atau kemampuan menerapkan strategi membaca yang efektif. Hasil ini biasanya dievaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, baik itu dalam bentuk rubrik penilaian, skala penilaian, atau standar yang telah ditentukan. Hasil memberikan gambaran tentang kemampuan dan pencapaian siswa secara keseluruhan. Hal ini dapat digunakan untuk melacak perkembangan siswa dari waktu ke waktu, memberikan umpan balik tentang efektivitas program pembelajaran, dan membuat keputusan terkait langkah-langkah selanjutnya dalam mendukung kemajuan siswa.

 

4.      Pembelajaran bahasa dengan fokus menulis

Pembelajaran bahasa dengan fokus pada menulis bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pikiran, ide, dan informasi secara tertulis. Dalam pembelajaran ini, siswa akan belajar tentang berbagai aspek menulis, seperti tata bahasa, struktur teks, kosakata, penggunaan bahasa yang tepat, dan pengembangan gaya penulisan yang jelas dan kohesif. Pembelajaran menulis sering melibatkan kegiatan seperti menulis esai, surat, laporan, atau cerita fiksi. Siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan menulis mereka dengan menghasilkan teks dalam berbagai genre dan gaya. Guru memberikan panduan, umpan balik, dan dukungan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan menulis mereka seiring waktu.

 

Pembelajaran bahasa dengan fokus membaca

Pembelajaran bahasa dengan fokus pada membaca bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menginterpretasikan teks yang ditulis. Dalam pembelajaran ini, siswa akan mempelajari strategi membaca yang efektif, seperti memprediksi, membuat pertanyaan, mencari informasi penting, membuat rangkuman, dan menganalisis teks. Siswa akan diperkenalkan pada berbagai genre teks, termasuk artikel berita, cerita pendek, puisi, esai, atau buku teks. Mereka akan belajar bagaimana mengenali struktur teks, memahami kosakata yang tidak familiar, mengidentifikasi gagasan utama, dan melacak detail-detail penting dalam teks. Siswa juga dapat belajar tentang teknik pemahaman teks yang lebih kompleks, seperti menganalisis argumen atau menginterpretasikan makna implisit.