Kamis, 25 Oktober 2018

metode demostrasi pembelajaran


STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD
 “METODE DEMOSTRASI”






Disusun oleh :
                                                                          
Nonie Hawai (1708061430)

Kelas : D8
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
2017/2018




KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya maka kami dapat menyelesaikan makalah “STRATEGI BELAJAR MEGAJAR SD” ini dengan baik. Makalah ini membahas mengenai “METODE DEMONTRASI”. Laporan hasil makalah ini semata-mata hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
          
Adapun tujuan kami menulis makalah ini yaitu agar kami dapat mengetahui dan memperdalam pengetahuan  kami dalam mata kuliah STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD . Dalam kesempatan ini, penulis  mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD,serta pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

  Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kesalahan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan. Akhirnya penulis berharap semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi kita semua.

                                                                                                Sintang, 23 Oktober 2018

                                                                                                                                                                                                                                                                        Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

1.1         LATAR BELAKANG
Konsep pendidikan pada dasarnya membuat siswa memiliki kompetensi tamatan sesuai jenjang sekolah, yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan melaksanakan tugas atau mempunyai kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah. Sementara itu, kondisi pendidikan di negara kita dewasa ini, lebih diwarnai oleh pendekatan yang menitikberatkan pada model belajar konvensional seperti ceramah sehingga kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar.

Setiap orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti halnya seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung jawab. Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di laksanakan.  Tugas yang di laksanakan akan dianggap selesai apabila tujuan yang hendak dicapai sudah terwujud. Seorang guru tersebut harus merasa yakin bahwa jalan yang harus ditempuhnya untuk sampai kepada tujuan dapat dilakukan dengan cara atau metode yang tepat dan cocok untuk diterapkan kepada peserta didiknya.

Adapun cara  atau metode yang terbaik untuk diterapkan itu banyak sekali tergantung pada karakteristik peserta didik masing-masing, salah satunya adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif dalam membantu anak didik untuk menjawab kebutuhan belajarnya dengan usaha sendiri berdasarkan fakta dan data yang jelas dan benar yang diperolehnya dari demonstrasi.

Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah model metode pembelajaran demonstrasi. Yang dimaksud metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievalusi oleh guru.

Setiap orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti halnya seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung jawab. Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di laksanakan.  Tugas yang di laksanakan akan dianggap selesai apabila tujuan yang hendak dicapai sudah terwujud. Seorang guru tersebut harus merasa yakin bahwa jalan yang harus ditempuhnya untuk sampai kepada tujuan dapat dilakukan dengan cara atau metode yang tepat dan cocok untuk diterapkan kepada peserta didiknya. Karakteristik metode demonsrtasi dapat dilihat dari keunggulan metode demonstrasi dan kelemahan metode demonstrasi.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1              DEFINISI METODE DEMONTRASI
Metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pengajaran. Peranan metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar dan mengajar. Melalui metode diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar peserta didik sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Terciptanya interaksi edukatif ini, guru berperan sebagai penggerak dan pembimbing. Sedangkan peserta didik berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan lebih baik jika peserta didik banyak aktif dibandingkan dengan guru. Metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar peserta didik.

Ada beberapa metode dalam pembelajaran. Salah satu metode yang digunakan adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang sangat efektif, karena dapat membantu peserta didik untuk melihat secara langsung proses terjadinya sesuatu. Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik sebenarnya atau tiruan yang sering disertai penjelasan lisan.

Metode demonstrasi adalah metode mengajar di mana seorang guru atau orang lain yang sengaja diminta peserta didik sendiri memperlihatkan kepada seluruh anak di dalam kelas, suatu kaifiyah melakukan sesuatu.

Dari beberapa pengertian di atas disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain bahkan murid sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang suatu proses melakukan atau jalannya suatu proses perbuatan tertentu. Contohnya proses berwudlu.



2.2              KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE DEMOSTRASI
  a. Kelebihan metode demonstrasi
·       Terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
·        Proses pembelajaran akan lebih menarik
·       Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.

b. Kekurangan metode demonstrasi
·       Memerlukan keterampilan guru secara khusus. 
·       Memerlukan waktu yang banyak.
·       Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.
·       Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan.

Dalam buku Ramayulis menyebutkan kebaikan dan kelemahan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
a. Kebaikan Metode Demonstrasi
  •  Keaktifan peserta didik akan bertambah, lebih-lebih kalau ada peserta didik yang diikutsertakan.
  • Pengalaman peserta didik bertamba. 
  • Dapat membantu peserta didik mengingat lebih lama tentang materi pelajaran yang disampaikan, karena peserta didik tidak hanya mendengar, tetapi melihat dan mempraktekkannya secara langsung.
  • Dapat memfokuskan pengertian peserta didik terhadap materi pelajaran dalam waktu relatif singkat.
  •  Dapat memusatkan perhatian anak didik.
  • Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit.
  • Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karena mereka ikut serta berperan secara langsung.
  •  Menghindari "coba-coba/gagal" yang banyak memakan waktu belajar.
b. Kelemahan Metode Demonstrasi
  • Memerlukan waktu yang cukup lama, tempat dan peralatan yang cukup.
  • Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efektif.
  • Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama alat.
  • Membutuhkan tenaga dan kemampuan yang optimal dari pendidik dan peserta didik.
  • Bila peserta didik tidak aktif, metode demonstrasi tidak efektif.


Manfaat Metode Demonstrasi
Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah :
  1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
  2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

Aspek Penting Dalam Metode Demonstrasi
Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah:
  1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
  2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
  3. Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.



2.3         LANGKAH-LANGKAH MENGATASI KEKURANGAN METODE DEMOSTRASI
Tindakan mengamati segi segi yang kurang baik lalu memperbaikinya, akan memberi kesan terhadap dalam diri anak didik, karena guru berati telah memberi pengalaman kepada anak didik, bagi anka didik yang menjalankan demonstrasikan ataupun bagi yang menyaksikan. Dengan tambahan pengalaman ini akan menjadi dasar  pengembangan kecakapan dan ketreampilan dari anak didik yang kita asuh.
Jadi metode ini merupakan cara yang sangat serasi untuk dilaksanakan. Dalam pelaksanaanya, guru perlu lebih dulu menjelaskan tertib urutan-urutan langkah yang mesti dilakukan dalam demonstrasi itu, misalnya berwudhu. Kemudian murid-murid itu disuruh mengulangi kembali sesuatu apa yang telah didemonstrasikan itu.
Jika terdapat kesalahan/ kekurangan atau penyimpangan segera diperbaiki/dibetulkan. Semestinya pula sebelum demonstrasi dilaksanakan, seyogiannya para murid telah memahami tentang dasar-dasar atau materi dari bahan-bahan pelajaran tersebut secara garis besarnya, yang dijelaskan melaui metode-metode lain seperti ceramah,tanya jawab, dan sebagainya.
Cara mengatasi kelemahan metode demonstrasi antara lain:
1.      Guru harus terampil dalam melakukan demonstrasi
2.      Melengkapi sumber alat dan media untuk melakukan metode demonstrasi.
3.      Mengatur waktu sebaik mungkin.
4.      Membuat rancangan serta persiapan sebaik mungkin.
Demonstrasi sebagai metode mengajar ialah dengan jalan guru atau orang lain dan dapat pula dengan seorang/atau beberapa murid memperlihatkan kepada semua murid-murid di dalam kelas tentang sesuatu proses, misalnya bagaimana berlangsungnya sesuatu, atau bagaimana melaksanakan suatu ibadah, seperti manasik haji, gerakan-gerakan yang benar dalam shalat, sembhayang 2 hari raya,shalat jenazah, dan lain-lain.



2.4         LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN/PENERAPAN METODE DEMOSTRASI
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
·         Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
·         persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah demonstrasi diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan.
·         Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2. Tahap Pelaksanaan
a) Langkah Pembukaan
1)      Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
·         Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memerhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
·         Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
·         Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oelh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b) Langkah pelaksanaan demonstrasi
·         Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memerhatikan demonstrasi.
·         Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan Yakinkan ahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
·         Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari peruses demonstrasi itu.
c) Langkah mengakhiri metode demonstrasi
·         Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

   Hasil Belajar
Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

Contoh penerapan metode demostrasi
Cara mencuci tangan:

Cara berwudhu






BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Pembelajaran dengan demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam materi pelajaran yang didemonstrasikan. Penerapan metode metode pembelajaran demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode metode pembelajaran demonstrasi sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar
.
Metode demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa.

Metode ini dapat menghilangkan varbalisme sehingga siswa akan semakin memahami materi pelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di perhatikan seperti ketersediaan alat peraga agar metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efesien.


3.2      SARAN
         Untuk melaksanakan metode demonstrasi memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model demonstrasi dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana,  dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
Perlu adanya penelitian yang lebih khusus dalam pengunaan metode demonstrasi ini, karena pembelajaran dengan metode ini hanya cocok pada kondisi tertentu saja.







DAFTAR PUSTAKA

http://perguruanpendidikanummi.blogspot.com/2014/02/penerapan-metode-demonstrasi-dalam.html
Arikunto, Suharsimi.(1997). Dasar-dasar evaluasi pendidikan : Aplikasi dan penerapannya.
Djahiri, (1993).Landasan falsafah dan teori teknologi pendidikan, Media Kencana, IKIP Jakarta.
Anissatul Mufarokah. 2009.  Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta: Teras).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar