STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD
“METODE
DEMOSTRASI”
Disusun
oleh :
Nonie Hawai (1708061430)
Kelas : D8
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA
KHATULISTIWA SINTANG
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya maka kami dapat
menyelesaikan makalah “STRATEGI BELAJAR MEGAJAR SD” ini dengan baik. Makalah
ini membahas mengenai “METODE DEMONTRASI”. Laporan hasil makalah ini
semata-mata hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
Adapun tujuan kami menulis makalah ini yaitu agar
kami dapat mengetahui dan memperdalam pengetahuan kami dalam mata kuliah STRATEGI BELAJAR
MENGAJAR SD . Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada
Dosen Pengampu mata kuliah STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD,serta pihak-pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih memiliki banyak kesalahan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat diharapkan. Akhirnya penulis berharap semoga penulisan makalah
ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi kita
semua.
Sintang, 23 Oktober 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Konsep pendidikan pada dasarnya membuat siswa memiliki kompetensi tamatan
sesuai jenjang sekolah, yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan
melaksanakan tugas atau mempunyai kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan
lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah.
Sementara itu, kondisi pendidikan di negara kita dewasa ini, lebih diwarnai
oleh pendekatan yang menitikberatkan pada model belajar konvensional seperti
ceramah sehingga kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam
proses belajar mengajar.
Setiap
orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti halnya
seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung jawab.
Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di laksanakan. Tugas
yang di laksanakan akan dianggap selesai apabila tujuan yang hendak dicapai
sudah terwujud. Seorang guru tersebut harus merasa yakin bahwa jalan yang harus
ditempuhnya untuk sampai kepada tujuan dapat dilakukan dengan cara atau metode
yang tepat dan cocok untuk diterapkan kepada peserta didiknya.
Adapun
cara atau metode yang terbaik untuk
diterapkan itu banyak sekali tergantung pada karakteristik peserta didik
masing-masing, salah satunya adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan
metode yang sangat efektif dalam membantu anak didik untuk menjawab kebutuhan
belajarnya dengan usaha sendiri berdasarkan fakta dan data yang jelas dan benar
yang diperolehnya dari demonstrasi.
Salah satu alternatif
model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut
adalah model metode pembelajaran demonstrasi. Yang dimaksud metode demonstrasi
adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan suatu percobaan tentang
sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian
hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievalusi oleh guru.
Setiap orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti
halnya seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung
jawab. Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di
laksanakan. Tugas yang di laksanakan akan dianggap selesai apabila tujuan
yang hendak dicapai sudah terwujud. Seorang guru tersebut harus merasa yakin
bahwa jalan yang harus ditempuhnya untuk sampai kepada tujuan dapat dilakukan
dengan cara atau metode yang tepat dan cocok untuk diterapkan kepada peserta
didiknya. Karakteristik metode demonsrtasi dapat dilihat dari keunggulan metode
demonstrasi dan kelemahan metode demonstrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
DEFINISI METODE
DEMONTRASI
Metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan
hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pengajaran. Peranan
metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar dan mengajar.
Melalui metode diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar peserta didik
sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Terciptanya interaksi edukatif ini,
guru berperan sebagai penggerak dan pembimbing. Sedangkan peserta didik
berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan
berjalan lebih baik jika peserta didik banyak aktif dibandingkan dengan guru.
Metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar
peserta didik.
Ada beberapa metode dalam pembelajaran. Salah satu metode yang digunakan
adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang
sangat efektif, karena dapat membantu peserta didik untuk melihat secara
langsung proses terjadinya sesuatu. Metode demonstrasi adalah cara penyajian
bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik
suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik
sebenarnya atau tiruan yang sering disertai penjelasan lisan.
Metode demonstrasi adalah metode mengajar di mana seorang guru atau orang
lain yang sengaja diminta peserta didik sendiri memperlihatkan kepada seluruh
anak di dalam kelas, suatu kaifiyah melakukan sesuatu.
Dari beberapa pengertian di atas disimpulkan bahwa metode demonstrasi
adalah suatu metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain bahkan murid
sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang suatu proses melakukan atau
jalannya suatu proses perbuatan tertentu. Contohnya proses berwudlu.
2.2
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
METODE DEMOSTRASI
a. Kelebihan metode demonstrasi
a. Kelebihan metode demonstrasi
· Terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, siswa disuruh langsung
memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
· Proses pembelajaran akan lebih menarik
· Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan.
b. Kekurangan metode demonstrasi
· Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
· Memerlukan waktu yang banyak.
· Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.
· Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus
dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan.
Dalam buku Ramayulis
menyebutkan kebaikan dan kelemahan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
a. Kebaikan Metode
Demonstrasi
- Keaktifan peserta didik akan bertambah,
lebih-lebih kalau ada peserta didik yang diikutsertakan.
- Pengalaman peserta didik bertamba.
- Dapat membantu peserta didik mengingat lebih lama
tentang materi pelajaran yang disampaikan, karena peserta didik tidak
hanya mendengar, tetapi melihat dan mempraktekkannya secara langsung.
- Dapat memfokuskan pengertian peserta didik
terhadap materi pelajaran dalam waktu relatif singkat.
- Dapat memusatkan perhatian anak didik.
- Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pelajaran
menjadi lebih jelas dan konkrit.
- Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam
pikiran setiap siswa karena mereka ikut serta berperan secara langsung.
- Menghindari "coba-coba/gagal"
yang banyak memakan waktu belajar.
b. Kelemahan Metode
Demonstrasi
- Memerlukan waktu yang cukup lama, tempat dan
peralatan yang cukup.
- Apabila terjadi kekurangan media, metode
demonstrasi menjadi kurang efektif.
- Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama alat.
- Membutuhkan tenaga dan kemampuan yang optimal
dari pendidik dan peserta didik.
- Bila peserta didik tidak aktif, metode
demonstrasi tidak efektif.
Manfaat Metode Demonstrasi
Manfaat psikologis dari metode
demonstrasi adalah :
- Perhatian siswa dapat lebih
dipusatkan .
- Proses belajar siswa lebih
terarah pada materi yang sedang dipelajari.
- Pengalaman dan kesan sebagai
hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Aspek Penting Dalam Metode
Demonstrasi
Adapun aspek yang penting dalam
menggunakan Metode Demonstrasi adalah:
- Demonstrasi akan menjadi metode
yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati
dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau
penjelasannya tidak jelas.
- Demonstrasi menjadi kurang
efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat
ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang
berharga.
- Tidak semua hal dapat di
Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang
berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
2.3
LANGKAH-LANGKAH MENGATASI
KEKURANGAN METODE DEMOSTRASI
Tindakan mengamati segi segi yang kurang baik lalu
memperbaikinya, akan memberi kesan terhadap dalam diri anak didik, karena guru
berati telah memberi pengalaman kepada anak didik, bagi anka didik yang
menjalankan demonstrasikan ataupun bagi yang menyaksikan. Dengan tambahan
pengalaman ini akan menjadi dasar pengembangan kecakapan dan ketreampilan
dari anak didik yang kita asuh.
Jadi metode ini merupakan cara yang sangat serasi
untuk dilaksanakan. Dalam pelaksanaanya, guru perlu lebih dulu menjelaskan
tertib urutan-urutan langkah yang mesti dilakukan dalam demonstrasi itu,
misalnya berwudhu. Kemudian murid-murid itu disuruh mengulangi kembali sesuatu
apa yang telah didemonstrasikan itu.
Jika terdapat kesalahan/ kekurangan atau penyimpangan
segera diperbaiki/dibetulkan. Semestinya pula sebelum demonstrasi dilaksanakan,
seyogiannya para murid telah memahami tentang dasar-dasar atau materi dari
bahan-bahan pelajaran tersebut secara garis besarnya, yang dijelaskan melaui
metode-metode lain seperti ceramah,tanya jawab, dan sebagainya.
Cara mengatasi kelemahan metode demonstrasi antara
lain:
1. Guru harus terampil dalam melakukan demonstrasi
2. Melengkapi sumber alat dan media untuk melakukan
metode demonstrasi.
3. Mengatur waktu sebaik mungkin.
4. Membuat rancangan serta persiapan sebaik mungkin.
Demonstrasi
sebagai metode mengajar ialah dengan jalan guru atau orang lain dan dapat pula
dengan seorang/atau beberapa murid memperlihatkan kepada semua murid-murid di
dalam kelas tentang sesuatu proses, misalnya bagaimana berlangsungnya sesuatu,
atau bagaimana melaksanakan suatu ibadah, seperti manasik haji, gerakan-gerakan
yang benar dalam shalat, sembhayang 2 hari raya,shalat jenazah, dan lain-lain.
2.4
LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN/PENERAPAN METODE DEMOSTRASI
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada
beberapa hal yang harus dilakukan:
· Rumuskan tujuan yang harus dicapai
oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir tujuan ini meliputi beberapa
aspek seperti aspek pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
· persiapkan garis besar langkah-langkah
demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah demonstrasi
diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan.
· Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba
meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2. Tahap Pelaksanaan
a) Langkah Pembukaan
1) Sebelum demonstrasi dilakukan ada
beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
· Aturlah tempat duduk yang memungkinkan
semua siswa dapat memerhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
· Kemukakan tujuan apa yang harus
dicapai oleh siswa.
· Kemukakan tugas-tugas apa yang harus
dilakukan oelh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang
dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b) Langkah pelaksanaan
demonstrasi
· Mulailah demonstrasi dengan
kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui
pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk
tertarik memerhatikan demonstrasi.
· Ciptakan suasana yang menyejukkan
dengan menghindari suasana yang menegangkan Yakinkan ahwa semua siswa mengikuti
jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
· Berikan kesempatan kepada siswa untuk
secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari
peruses demonstrasi itu.
c) Langkah mengakhiri
metode demonstrasi
· Apabila demonstrasi selesai delakukan,
proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang
ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan
pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses
demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya
guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi
itu untuk perbaikan selanjutnya.
Hasil Belajar
Apabila demonstrasi
selesai delakukan, proses pebelajaran perlu diakhiri dengan memberikan
tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan
peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan
apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan
tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama
tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya Apabila
demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan
memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan
demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan
untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak.
Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan
evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan
selanjutnya.
Contoh penerapan metode demostrasi
Cara mencuci tangan:
Cara berwudhu
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pembelajaran dengan demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam
materi pelajaran yang didemonstrasikan. Penerapan metode metode pembelajaran
demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa,
rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan
metode metode pembelajaran demonstrasi sehingga mereka menjadi termotivasi
untuk belajar
.
Metode demonstrasi
adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan
jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa.
Metode ini dapat menghilangkan varbalisme sehingga siswa akan semakin
memahami materi pelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di
perhatikan seperti ketersediaan alat peraga agar metode ini dapat berjalan
dengan efektif dan efesien.
3.2 SARAN
Untuk melaksanakan metode
demonstrasi memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu
menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model
demonstrasi dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang
optimal.
Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih
sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf
yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,
memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya.
Perlu adanya penelitian yang lebih khusus dalam pengunaan metode
demonstrasi ini, karena pembelajaran dengan metode ini hanya cocok pada kondisi
tertentu saja.
DAFTAR PUSTAKA
http://perguruanpendidikanummi.blogspot.com/2014/02/penerapan-metode-demonstrasi-dalam.html
Arikunto, Suharsimi.(1997). Dasar-dasar evaluasi pendidikan : Aplikasi
dan penerapannya.
Djahiri, (1993).Landasan falsafah dan teori teknologi pendidikan, Media
Kencana, IKIP Jakarta.
Anissatul
Mufarokah. 2009. Strategi Belajar Mengajar,
(Yogyakarta: Teras).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar