MAKALAH
ILMIAH
ANALISIS
SARANA
BELAJAR
BERBASIS
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DI
SDN 11 SP 2 PANDAN
Disusun Oleh :
Nim
: …
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
SINTANG
TAHUN 2022
ABSTRAK
Sri
Wahyuni, 2022. Analisis Sarana Belajar Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di
SDN 11 SP 2 PANDAN. Makalah. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka.
Kata
Kunci: Sarana Pendidkan, LCD
Proyektor.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat. Perkembangan teknologi ini juga
berdampak pada dunia pendidikan. Upaya penerapan teknologi khususnya teknologi
informasi dan komunikasi di bidang pendidikan ditandai dengan hadirnya media
yang berbasis TIK dalam pendidikan, namun tidak semua sekolah memiliki media pembelajaran TIK khususnya
LCD Proyektor. LCD Proyektor dapat digunakan guru untuk
menampilkam materi pembelajaran pada layar depan kelas. SDN 11 SP 2 PANDAN terletak di Jl.Pramuka Desa
Merarai dua dan kode pos 78655 Kecamatan
Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan observasi yang telah di lakukan penulis
pada tanggal 31 Oktober 2022 di SDN 11
SP 2 PANDAN didapatkan bahwa sarana pendukung pembelajaran Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) di sekolah tersebut belum adanya media LCD Proyektor
sehingga pembelajaran yang dilakukan kurang maksimal.
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Atas berkat
rahmat dan hidayat-Nya serta berbagai upaya,
tugas makalah mata kuliah Hukum Dagang dapat diselesaikan dengan
baik dan tepat
waktu.
Dalam penyusunan makalah ini, ditulis berdasarkan buku yang berkaitan dengan Hukum
Dagang, dan serta
informasi dari media massa. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih kurang sempurna. Untuk itu diharapkan berbagai
masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaannya.
Akhir kata, semoga makalah
ini dapat membawa
manfaat untuk pembaca.
Sintang, 10
November 2022
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah....................................................................... 4
C. Tujuan
........................................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Kajian
Teoritik............................................................................ 5
1. Sarana Pendidikan.................................................................. 5
2. Sarana Pendidikan TIK.......................................................... 9
3. Sarana Pendidikan di SDN 11 SP 2 PANDAN..................... 16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 20
B. Rekomendasi............................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 22
LAMPIRAN................................................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan sarana yang sangat efektif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, hal
ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan tujuan negara Indonesia yang ketiga
yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu maju dan tidaknya bangsa
dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang diterapkan oleh negara. Dalam kajian
yuridis formal, makna pendidikan, seperti yang tersurat dalam UU tentang sistem
pendidikan nasional BAB I ketentuan umum pasal 1 ayat 1, diungkapkan sebagai
berikut.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
Menurut Arikunto (2008) Sarana
pendidikan merupakan semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar
mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan
pendidikan dapat berjalan dengan lancar. Menurut Nana Syaodih
(2009) “Fasilitas belajar merupakan semua yang diperlukan dalam proses belajar
mengajar baik bergerak maupun tidak bergerak agar tercapai tujuan pendidikan
berjalan lancar, teratur, efektif dan efisien”.
Menurut Istiqlal (2018) Pembelajaran yang baik dan inovatif pada dasarnya
tidak terlepas dari penggunaan media. Dalam perkembangannya pada proses
pembelajaran masih banyak ditemukan kendala dalam penggunaan media antara lain
secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu: faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal antara lain kesehatan, intelegensi, bakat, minat,
motivasi dancara belajar. Sedangkan faktor eksternal antara lain keluarga,
kualitas dosen, metode mengajar fasilitas/
perlengkapan yang tersedia, keadaan ruangan, masyarakat, lingkungan sekitar dan
lain-lain.
Menurut umar (2014) Pada
proses pembelajaran, media pengajaran merupakan wadah dan penyalur pesan dari
sumber pesan, dalam hal ini guru, kepada penerima pesan, dalam hal ini siswa.
Dalam batasan yang lebih luas, Miarso memberikan batasan media pengajaran
sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan
perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar pada
diri siswa.
Upaya penerapan
teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan
ditandai dengan hadirnya media yang berbasis TIK dalam pendidikan. Pemanfaatan
media yang berbasis TIK merupakan keharusan yang harus dilakukan untuk
menunjang era persaingan kemajuan tehnologi.
Pendidikan di
Indonesia yang berbasis TIK mendapat perhatian dari pemerintah, hal ini dapat
dilihat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait hal
tersebut. Permendiknas 22 Tahun 2006 Ten- 65 tang standar isi pendidikan Dasar
dan Menengah mencantumkan TIK sebagai salah satu komponen dalam kurikulum.
Permendiknas 13 Tahun 2007 Tentang standar Kepala Sekolah tercantum kompetensi
dalam memanfaatkan TIK. Permendiknas 17 tahun 2007 Tentang Standar Guru juga
tercantum kompetensi memanfaatkan TIK.
Sarana belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dapat di gunakan
yaitu Media LCD proyektor
dalam proses pembelajaran LCD
Proyektor yang dimaksud dalam penulisan
makalah ini yaitu LCD Proyektor yang digunakan
sebagai media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang sedang
berlangsung. LCD Proyektor dapat digunakan guru untuk menampilkam materi
pembelajaran pada layar depan kelas.
SDN 11 SP 2 PANDAN terletak di Jl.Pramuka Desa
Merarai dua dan kode pos 78655 Kecamatan
Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan observasi yang telah di lakukan penulis
pada tanggal 31 Oktober 2022 di SDN 11
SP 2 PANDAN didapatkan bahwa sarana pendukung pembelajaran Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) di sekolah tersebut belum adanya media LCD Proyektor
sehingga pembelajaran yang dilakukan kurang maksimal. Dari pernyataan
tersebutlah penulis tertarik untuk analisis sarana belajar berbasis teknologi
informasi dan komunikasi di SDN 11 SP 2 PANDAN.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian sarana pendidikan?
2. Apa pengertian Sarana
Pendidikan dengan media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi?
3. Apa pengertian Sarana Pendidikan dengan media berbasis
Teknologi
Informasi dan Komunikasi jenis LCD Proyektor?
4. Bagiaman
sarana pendidikan berbasis TIK di SDN 11 SP 2 PANDAN?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui
pengertian sarana Pendidikan.
2.
Mengetahui pengertian
Sarana Pendidikan dengan media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
3.
Mengetahui pengertian Sarana Pendidikan dengan media berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi jenis LCD Proyektor.
4.
Mengetahui bagiaman
Sarana Pendidikan berbasis TIK di SDN 11 SP 2 PANDAN.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Kajian
Teori
1.
Sarana Pendidikan
Menurut Arikunto (2008) Sarana pendidikan
merupakan semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik
yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat
berjalan dengan lancar.
Menurut
Nana Syaodih (2009) “Fasilitas belajar merupakan semua yang diperlukan dalam
proses belajar mengajar baik bergerak maupun tidak bergerak agar tercapai
tujuan pendidikan berjalan lancar, teratur, efektif dan efisien”. Sarana dan prasarana
belajar adalah sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu
usaha yang dapat berupa benda.Dalam hal ini sarana dan prasarana belajar bisa
disamakan dengan fasilitas belajar. Besar kemungkinan sarana dan prasarana
belajar merupakan faktor yang mempunyai andil besar dalam meningkatkan hasil
belajar. Kegiatan belajar mengajar merupakan komunikasi dua arah antara tenaga
pendidik dan peserta didik, maka diperlukan sarana dan prasarana untuk
mendukungnya seperi media, ruangan kelas, dan buku sumber. Proses pendidikan
itu terdiri dari beberapa unsur yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.
Unsur tersebut antara lain tenaga pendidik,peserta didik,materi
pelajaran,sarana dan prasarana belajar, dan lainnya
Mulyasa
(2009)
menyatakan: Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara
langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar
mengajar seperti gedung,ruang kelas,meja kursi,serta alat-alat dan media
pembelajaran, adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas
belajar yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau
pengajaran seperti halaman,kebun,taman sekolah, jalan menuju sekolah tetapi
jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar seperti taman
sekolah yang digunakan sekolah untuk pengajaran Pendidikan Lingkungan Hidup,
halaman sekolah sekaligus lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan
tersebut merupakan prasarana pendidikan.
Menurut
Sanjaya (2010) “ Sarana belajar adalah segala sesuatu yang mendukung terhadap
kelancaran proses pembelajaran “. Dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana
belajar sekolah sangat penting dalam proses pembelajaran untuk
mendukungjalannya proses pembelajaran. Dengan berbagai macam sarana dan
prasarana belajar sekolah yang tersedia dan pemanfaatan yang dapat menunjang
kegiatan belajar tentunya akan membantu siswa dalam belajar baik di rumah
maupun sekolah.
Menurut
Karwati dkk (2014) “Untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif diperlukan
pengaturan kelas yang memadai dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, waktu,
pengaturan ruang belajar,dan pengelompokan peserta didik.
Dalam hubungannya dengan
sarana pendidikan, Ibrahim Mufadal (2003) mengklasifikannya menjadi beberapa
macam sarana pendidikan, yaitu ditinjau dari sudut:
1) Habis
Tidaknya Dipakai
Apabila
dari habis tidaknya dipakai, ada dua macam sarana pendidikan, yaitu:
(a. Sarana Pendidikan yang Habis dipakai Sarana
pendidikan yang habis dipakai adalah bahan atau alat yang apabila digunakan
bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai contohnya adalah kapur
tulis yang biasa digunakan oleh seorang guru dan siswa dalam pembelajaran.
(b. Sarana
Pendidikan yang Tahan Lama Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan
bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang
relatif lama. Sebagai contohnya adalah bangku, mesin tulis, atlas, globe, dan
beberapa peralatan olah raga.
2) Bergerak
Tidaknya Pada Saat Digunakan
a) Sarana
Pendidikan yang Bergerak Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana
pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindah sesuai dengan kebutuhan
pemakainya. Sebagai contoh lemari arsip sekolah.
b) Sarana
Pendidikan yang Tidak Bisa Bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak
adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk
dipindahkan. Misalnya saja suatu sekolah yang telah memiliki saluran dari PDAM.
3)
Hubungannya dengan Proses
Belajar Mengajar
Ada dua jenis sarana pendidikan.
a) Sarana
pendidikan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar,
contohnya adalah kapur tulis, dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru
dalam mengajar.
b) Sarana
pendidikan yang secara tidak langsung yang tidak langsung berhubungan dengan
proses belajar mengajar, contohnya seperti lemari arsip di kantor sekolah.
Menurut Ernaninda
(2019) Penyampaian materi pelajaran dapat
memanfaatkan teknologi baik teknologi audio, visual dan audio visual. Dengan
pemanfaatan teknologi audio, visual dan audio visual diharapkan suasana
pembelajaran dan kualitas pembelajaran serta hasil pembelajaran dapat
meningkat.
Berdasarkan pendapat diatas bisa
disimpulkan bahwa dalam kegiatan belajar guru pastinya memerlukan sarana yang
dapat mendukung kinerjanya sehingga pembelajaran dapat berjalan menarik. Dengan
dukungan sarana pembelajaran yang memadai, guru tidak hanya menyampaikan secara
lisan tetapi juga dengan cara tulis dan penggunaan alat belajar sesuai dengan
sarana dan prasarana belajar yang disediakan sekolah.
2. Sarana Teknologi Informasi
dan Komunikasi
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI)
mengungkapkan bahwa media adalah alat atau sarana komunikasi seperti koran, majalah,
radio, televisi, film, poster dan spanduk. Media dalam arti sempit
berarti komponen bahan dan komponen alat dalam sistem pembelajaran. Dalam arti
luas media berarti pemanfaatan secara maksimum semua komponen sistem dan sumber
belajar diatas untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menggunakan media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan efektivitas serta kualitas dari proses pembelajaran yang pada
akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik. Media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware
yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi ajar dari sumber
pembelajaran ke peserta didik (individu atau kelompok), yang dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pembelajar sedemikian rupa sehingga
proses pembelajaran (di dalam/ di luar kelas) menjadi lebih efektif (Jalinus,
2016).
Menurut Warsita
(2008) Media
pembelajaran adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan
atau bahan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan media yang dirancang
secara khusus untuk merancang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta
didik sehingga terjadinya proses pembelajaran. Media pembelajaran adalah media
yang memungkinkan terjadinya interaksi antara karya seseorang pengembang mata
pelajaran (program pembelajaran) dengan peserta didik. Adapun yang dimaksud
interaksi adalah terjadinya suatu proses belajar pada diri peserta didik pada
saat menggunakan atau memanfaatkan media. Misalnya pada saat peserta didik
menyaksikan tayangan program televisi pembelajaran, film pendidikan,
mendengarkan program audio interaktif, menggunakan program CAI, membaca
programmed instruction, membaca modul dan sebagainya.
Dalam
Permendiknas no. 19/2007 dalam bidang pengelolaan sarana dan prasarana
dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
a)
Sekolah menetapkan
kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana.
b)
Program sarana dan
prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) Merencanakan,
memenuhi, dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. 2) Mengevaluasi
dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung
proses pendidikan. 3) Melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas
di sekolah/ madrasah. 4) Menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas
pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat.
5) Pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan
kesehatan dan keamanan lingkungan.
c)
Seluruh program
pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik,
tenaga kependidikan dan peserta didik.
d)
Pengelolaan sarana dan
prasarana sekolah/madrasah: 1) Direncanakan
secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan
mengacu standar sarana dan prasarana. 2) Dituangkan dalam rencana pokok (master
plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya.
e)
Pengelolaan perpustakaan
sekolah/madrasah perlu: 1) Menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional
peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. 2) Merencanakan fasilitas peminjaman
buku dan pustaka lainnya sesuai kebutuhan peserta didik dan pendidik. 3)
Membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. 4) Melengkapi
fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik eksternal maupun internal. 5)
Menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan sekolah/ madrasah lain
baik negeri maupun swasta.
f)
Pengelolaan laboratorium
dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
g)
Pengelolaan fasilitas
fisik untuk kegiatan ekstra kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan
ekstra kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana
Menurut Ibrahim
Mufadal (2003) Ada
dua jenis sarana pendidikan.
a) Sarana
pendidikan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar,
contohnya adalah kapur tulis, dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru
dalam mengajar.
b) Sarana
pendidikan yang secara tidak langsung yang tidak langsung berhubungan dengan
proses belajar mengajar, contohnya seperti lemari arsip di kantor sekolah.
Menurut Pito
(2018) Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat. Perkembangan teknologi ini juga
berdampak pada dunia pendidikan. Para pendidik dituntut untuk memiliki
kemampuan menggunakan media teknologi yang dapat disediakan oleh sekolah yang
sesuai dengan tuntutan zaman. Bahkan, pendidik juga dituntut untuk memiliki
kreatifitas mengembangkan media pembelajaran yang akan digunakannya pabila
media tersebut belum tersedia.
Pendidikan
di Indonesia yang berbasis TIK mendapat perhatian dari pemerintah, hal ini
dapat dilihat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait
hal tersebut. Permendiknas 22 Tahun 2006 Ten- 65 tang standar isi pendidikan
Dasar dan Menengah mencantumkan TIK sebagai salah satu komponen dalam
kurikulum. Permendiknas 13 Tahun 2007 Tentang standar Kepala Sekolah tercantum
kompetensi dalam memanfaatkan TIK. Permendiknas 17 tahun 2007 Tentang Standar
Guru juga tercantum kompetensi memanfaatkan TIK.
Upaya
penerapan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi di bidang
pendidikan ditandai dengan hadirnya media yang berbasis TIK dalam pendidikan.
Pemanfaatan media yang berbasis TIK merupakan keharusan yang harus dilakukan
untuk menunjang era persaingan kemajuan tehnologi. Dalam proses pembelajaran
media tersebut berupa media audio, audio visual, serta internet. Sedangkan
dalam menunjang prosese pembelajaran, TIK dimanfaatkan untuk layanan
administrasi. Diharapkan dengan diaplikasikannya TIK untuk pendidikan akan
menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan mutu pendidika.
Sarana belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
dapat di gunakan yaitu Media
LCD proyektor dalam proses pembelajaran LCD Proyektor yang
dimaksud dalam penelitian ini yaitu LCD Proyektor yang digunakan sebagai media
pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang sedang berlangsung. LCD
Proyektor dapat digunakan guru untuk menampilkam materi pembelajaran pada layar
depan kelas.
Menurut Akbar dkk (2022) Media LCD Proyektor
adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsur-unsur media seperti
gambar, teks, video, animasi baik secara terpisah maupun gabungan diantara
unusr-unsur media tersebut dan dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika
lainnya yang digunakan guru untuk media presentasi yang bersifat menyalurkan
pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat
menolong terjadinya proses belajar pada dirinya.
Media
LCD Proyektor dapat membantu guru untuk lebih mudah dalam mengajar dan pelajar
lebih mudah dalam menerima pembelajaran. Menggunakan media LCD Proyektor juga
dapat membantu guru agar dapat mengembangkan teknik pengajaran sehingga dapat
memperoleh hasil yang lebih maksimal. Melihat sedemikian pentingnya proses
belajar mengajar dan peranan guru, maka dalam pengembangan ilmu pengatahuan
perlu dikembangkan sikap dan prilaku belajar yang dapat menumbuhkan minat
belajar secara wajar. Untuk itu pembelajaran dengan menggunakan media
pembelajaran, khususnya media LCD Proyektor dapat dijadikan alternatif dalam
hal tersebut.
Menurut Ramli
(2012)
LCD (Liquid Crystal Display) adalah teknik untuk menyajikan data dalam bentuk
huruf-huruf kristal yang tidak tembus cahaya apabila ada dalam medan listrik
tertentu. LCD merupakan pelengkap OHP untuk memproyeksikan informasi langsung
dari komputer. LCD mengubah tampilan komputer dari gambar elektronik menjadi
layar proyeksi.Penggunaan
LCD dalam pembelajaran adalah suatu teknik untuk menyajikan pelajaran dalam
bentuk huruf-huruf kristal yang tidak tembus cahaya apabila ada dalam medan
listrik tertentu. Cara penggunaan LCD dalam pembelajaran sebagai berikut:
a) Materi pelajaran yang akan disajikan dirancang
terlebih dahulu menggunakan komputer.
b) Setelah
data selesai dirancang dan diprogram di komputer, data tersebut diproyeksikan
menggunakan LCD.
Menurut Gafur (1984)
penggunaan LCD Proyektor dalam proses belajar mengajar menggunakan computer
sebagai pelantara. Beberapa persiapan yang harus dipersiapkan untuk membuat
konektifitas dapat bekerja dengan dilengkapi peralatan tambahan seperti :
kaberl data, wireless, dan power supply. Dalam proses pembelajaran, proses
menerima informasi terjadi pada saat siswa menerima pelajaran. Proses menyimpan
informasi terjadi pada saat
siswa harus menghafal, memahami,
dan mencerna pelajaran. Sedangkan proses
mengungkap kembali informasi
terjadi pada saat siswa menempuh ujian atau pada saat siswa harus
menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya untuk memecahkan masalah yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat dari menggunakan LCD Proyektor
dalam proses belajar mengajar adalah :
a) Dalam hal penyampaian informasi pembelajaran.
Informasi yang diterima oleh siswa paling nanyak melalui pancaindra
pengdengaran dan penglihatan. Konsep multimedia ini dapat mempermudah
transformasi dan membuat pembelajaran lebih efektif.
b) Ditinjau dari siswa, kesulitan yang biasa timbul
dalam belajara adalah dalam hal penggunaan bahasa, sukar menghafal dan
mengcapkan kembali, sampai timbulnya ketidak tertarikan dengan pelajaran.
c) Memberikan pengembangan pengalaman belajar
siswa. Idealnya dalam proses pembelajaran nyata dan langsung kepada siswa.
Semakin nyata dan kongkrit semakin mudah pula siswa menerima pelajaran.
Tapi tak selamanya pendidik dapat memberikan pengalaman secara nyata. Seperti
teori kerucut pengalaman, jika pengalaman tidak dapat diajarkan secara
langsung, maka digunakan tiruan pengalamana yang dramatis, demonstrasi,
pameran, televisi pendidikan, gambar hidup, gambar mati, radio, dan rekaman,
lambing visual, dan lambing verbal
3. Sarana Teknologi Informasi
dan Komunikasi di SDN 11 SP 2 PANDAN
Menurut
Ari (1996) Pengadaan sarana dan prasarana pada dasarnya merupakan usaha
merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun
sebelumnya. Setiap usaha untuk mengadakan sarana dan prasarana tidak dapat
dilakukan sendiri oleh kepala sekolah ataupun bendahara. Usaha pengadaan harus
dilakukan bersama yang akan memungkinkan pelaksanaannya lebih baik dan dapat
dipertanggung jawabkan. Pengadaan merupakan segala kegiatan untuk menyediakan
semua keperluan barang/ benda/ jasa bagi keperluan pelaksanaan tugas.
Hasil kajian menunjukkan
bahwa kemajuan teknologi di bidang TIK, mengharuskan kita untuk menguasainya.
Hal itu juga berlaku bagi dunia pendidikan di Indonesia yang mengharuskan untuk
bisa menguasai dan mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar agar dapat
menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas serta menguasai teknologi. Media
proyektor sudah banyak digunakan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam
bidang lainnya, hanya saja pemanfaatan proyektor pada umumnya digunakan dalam
memperbesar tampilan layar sehingga informasi, baik dalam bentuk tulisan atau
gambar menjadi lebih jelas. Sarana Pendidikan di SDN 11 SP 2 PANDAN dalam segi Tekonolgi Informasi dan
Komunikasi sudah cukup baik sesuai hasil observasi yang dilakukan didapat :
1) masing-masing guru diberikan laptop untuk menunjang
pembelajaran di sekolah.
2) Terdapat komputer dan alat print di ruang kantor
3) Terdapat Wifi sebagai pusat jaringan internet
disekolah
4) Alat pengeras suara
Namun
setelah di observasi terdapat kekurangan
sarana yang penting untuk mendukung pembelajaran didalam kelas yaitu media LCD
Proyektor. Pengadaan media LCD Proyektor diharpkan dapat di lakukan di SDN 11
SP 2 PANDAN. Menurut Ari H (1996) Pengadaan sarana dan
prasarana pada dasarnya merupakan usaha merealisasikan rencana pengadaan sarana
dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Setiap usaha untuk mengadakan
sarana dan prasarana tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepala sekolah ataupun
bendahara. Usaha pengadaan harus dilakukan bersama yang akan memungkinkan
pelaksanaannya lebih baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Pengadaan merupakan
segala kegiatan untuk menyediakan semua keperluan barang/ benda/ jasa bagi
keperluan pelaksanaan tugas.
Penulis
sangat mengharapkan media LCD Proyektor ini diadakan dikarenakan motivasi dari
beberapa penelitian terdahulu yaitu :
1)
Aquami (2015) selaku
dosen tetap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden
Fatah Palembang telah melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Motivasi
Belajar dan Penggunaan Sarana Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa di MA
Paradigma Palembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua variabel (motivasi
belajar dan penggunaan sarana belajar) secara signifikan berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa MA Paradigma Palembang, Hal tersebut dibuktikan dengan
nilai thitung > ttabel (86,661 > 3,175 dan nilai signifikansi 0,000 <
0,0005) yang artinya motivasi belajar dan penggunaan sarana belajar secara bersama-sama
berpengaruh terhadap hasil belajar.
2)
Haryono (2015) mahasiswa
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta dalam Jurnal Pendidikan
Guru Sekolah Dasar Edisi 17 Tahun ke IV September. Penelitian berjudul
Pengembangan Multimedia Interaktif sebagai Media Pembelajaran IPS bagi Siswa
Kelas IV SD Negeri Tegalpaanggung. Hasil penelitian menunjukkan:1) skor
rata-rata ahli 12 mediaadalah 4,38 (sangat baik) , 2) skor rata-rata ahli
materi 4,08 (baik), 3) skor rata-rata hasil uji coba lapanganawal 3,79 (baik), 4)
skor rata-rata hasil uji coba lapangan utama 4,28 (sangat baik), 5) skor
rata-rata hasil uji coba lapangan operasional 4,12 (baik). Berdasarkan hasil
dari serangkaian proses uji kelayakan tersebut multimedia interaktif yang
dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPS.
3)
Akbar, Harun, dan Imran
(2016) Jurnal FKIP Universitas Tadulako yang berjudul Pemanfaatan Media LCD
Proyektor terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN di Kelas VIII SMP
Negeri 4 Palu. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Palu menggunakan waktu penelitian 1
bulan. Berdasarkan hasil analisis data menghasilkan nilai 1,81. Adapun dampak
pemanfaatan Media LCD Proyektor terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran
PKN di 15 SMP Negeri 4 Palu sebanyak 32,76% sedangkan 67,233% dari oleh faktor
lain.
Dari beberapa penelitian tersebut dapat disimpulkan
bahwa media LCD Proyektor memiliki manfaat yang positif dalam pembelajaran
disekolah. Karena dari hasil observasi yang penulis lakukan peserta didik
merasa bosan dan tidak bersemangat dalam pembelajaran konvensional tanpa media
LCD proyektor sehingga kesedian sekolah sangat diharpkan menyiapan media LCD
proyektor demi kemajuan sekolah bangsa dan negara.
BAB III
KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
A.
KESIMPULAN
Dalam
kajian yuridis formal, makna pendidikan, seperti yang tersurat dalam UU tentang
sistem pendidikan nasional BAB I ketentuan umum pasal 1 ayat diungkapkan sebagai berikut.
Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara
Menurut Arikunto (2008) Sarana pendidikan
merupakan semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik
yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat
berjalan dengan lancar.
Menurut
Sanjaya (2010) “ Sarana belajar adalah segala sesuatu yang mendukung terhadap
kelancaran proses pembelajaran “.
Sarana belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
dapat di gunakan yaitu Media LCD proyektor dalam proses pembelajaran LCD Proyektor yang
dimaksud dalam penelitian ini yaitu LCD Proyektor yang digunakan sebagai media
pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Namun
setelah di observasi terdapat kekurangan
sarana yang penting untuk mendukung pembelajaran didalam kelas yaitu media LCD
Proyektor. Pengadaan media LCD Prektor diharpkan dapat di lakukan di SDN 11 SP
2 PANDAN.
B.
REKOMENDASI
Sekolah hendaknya
memfasilitasi LCD proyektor di tiap-tiap ruang kelas, supaya guru dapat
menggunakan LCD proyektor untuk pembelajaran. LCD proyektor diperlukan untuk
meningkatkan minat belajar siswa yang menunjang kemudahan siswa dan keinginan
siswa dalam belajar. Kepala sekolah dapat mengarahkan guru supaya guru
memberikan materi pembelajaran yang menarik.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Haris Pito,
Andragogy Jurnal Diklat Teknis: Media Pembelajaran dalam Perspektif
Al-qur’an, Vol. 6, No. 2, Juli-Desember 2018, h. 98
Abdul
Istiqlal. 2018. Manfaat
Media Pembelajaran dalam Proses Belajar dan Mengajar Mahasiswa di Perguruan
Tinggi, Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 3, No.2, 2018,
h. 139-140.
Akbar, M., Harun,
A. H., & Imran. (2016). Pemanfaatan Media LCD Proyektor terhadap Minat Belajar
Siswa dalam Pembelajaran PKN di Kelas VIII SMP Negeri 4 Palu. Jurnal FKIP
Universitas Tadulako. Diperoleh dari http://jurnal.untad.ac.id.
Aquami. (2015). Pengaruh
Motivasi Belajar dan Penggunaan Sarana Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa di
MA Paradigma Palembang. Jurnal radenfatah
Istinbath, 0(16): 45-69.
Ari H. Gunawan. 1996. Administrasi Sekolah: Administrasi Pendidikan Micro .Jakarta:
PT. Rineka Cipta. h. 117
Bambang,Warsita. 2008. Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.h. 121
Dapartemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Pustaka, 1999), h. 640.
Ernanida. 2019. Media Audio Visual dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Islam PAI, Vol. 2, No. 1, April 2019, h.102.
Gafur, Abd. 1984. Fungsi Media audiovisual
dalam Kegiatan Belajar Mangajar. Tiga serangkai Solo.
Haryono, N.
(2015). Pengembangan Multimedia Interaktif sebagai Media Pembelajaran IPS bagi
Siswa Kelas IV SD Negeri Tegal Paanggung. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah
Dasar Edisi 17 Tahun ke IV September. Diperoleh dari
journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/pgsd/article /download/1210/1082.
Ibrahim Mufadal. 2003. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis
Sekolah Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasinya. Jakarta: PT Bumi Aksara
Jalinus, N. dan
A. (2016). Media dan Sumber Pembelajaran. Kencana.
M. Ramli. 2012. Media dan Teknologi Pembelajaran, (Banjarmasin: IAIN Antasari Press. h.101
Moh.
Akbar, dkk. 2022. “Pemanfaatan Media LCD Proyektor
terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran PKN
di Kelas VIII SMP Negeri 4b Palu”, No. 1, februari 2022.
Mulyasa. 2009. Praktik
Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Remaja Pendidikan.
Sanjaya, Wina.
(2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta
: Prenada Media Group
Suharsimi
Arikunto, dan Lia Yuliana. 2008. Manajemen
Pendidikan. Yogyakarta: Ditya Media. h. 273.
Sukmadinata,Syaodih Nana. 2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan,. Bandung :PT
Remaja Rosdakarya
Umar. 2014. Jurnal Tarbawiyah: Media Pendidikan: Peran dan Fungsinya dalam
Pembelajaran, Vol. 11, No. 1, Januari-Juli 2014, h. 132
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar