PENERAPAN METODE BELAJAR EKSPERIMEN
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MEMBACA
SISWA KELAS 1 DI SDN 14 PANDAN
DISUSUN OLEH :
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ PONTIANAK
KATA PENGANTAR
Alhamdulilahirobbill’alamin,
puji syukur peneliti haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, hidayat, serta karunia-Nya atas anugerah dan kekuatan-Nya yang
luar biasa sehingga proposal ini dapat terselesaikan.
Penelitian tindakan kelas ini
dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, yang
bertujuan untuk memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya bagi para guru
dan pengajar, yang berkepentingan dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran di kelas.
Peneliti menyadari bahwa proposal ini masih perlu penyempurnaan baik dari
segi isi maupun metodologi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
dari berbagai pihak sangat peneliti
harapkan
guna perbaikan dan penyempurnaan proposal
ini.
Peneliti berharap
semoga proposal
ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya.
Sintang, 20 Mei 2023
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
SAMPUL..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR......................................................................................
ii
DAFTAR ISI
.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.
Deskripsi Hasil Penelitian
Setiap Siklus……………………... 1
2.
Pembahasan Setiap Siklus……………………………………. 6
3.
Kesimpulan dan Saran ………………………………………. 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 9
LAMPIRAN........................................................................................................ 10
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang Masalah
Pengertian
Pendidikan menurut Prof. Dr. A. Munandar adalah "Pendidikan adalah usaha
sadar yang dilakukan oleh manusia secara terencana dan sistematis dalam membantu
peserta didik mengembangkan segala potensi yang dimilikinya sehingga mampu
hidup sebagai manusia yang bermakna, bertanggung jawab, dan produktif dalam
masyarakat.".
Pendidikan menurut Prof. Dr. H. M. Arifin Junaidi adalah "Pendidikan
adalah suatu proses pembentukan kepribadian yang bertujuan membantu manusia
mencapai pribadi yang utuh, berkualitas, dan menjadi insan yang berfungsi dalam
masyarakat."
Ketika berbicara mengenai pendidikan, maka tak akan lepas dari pembahasan
mengenai pembelajaran. Pembelajaran merupakan situasi formal yang secara
sengaja diprogramkan oleh guru dalam usaha mentransformasikan ilmu yang
diberikan kepada peserta didik berdasarkan kurikulum dan tujuan yang akan
dicapai. Seiring dengan tanggung jawab professional pengajar dalam proses
pembelajaran, maka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran setiap guru
dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program
pembelajaran yang akan berlangsung.
Menurut Jihad, A., & Haris, A. (2013) Pembelajaran adalah suatu proses yang terdiri dari
kombinasi dua aspek, yaitu: a) belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan
oleh peserta didik, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh
guru sebagai pemberi pelajaran; b) aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu
menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara guru dengan peserta
didik, peserta didik dengan peserta didik disaat pembelajaran berlangsung.
Dengan kata lain, pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi
antara peserta didik dengan pendidik serta antar peserta didik dalam rangka
perubahan sikap.
Dengan kata lain, metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru
untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Oleh karena itu, guru dalam
memilih metode mengajar harus tepat dengan tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan. Pemilihan metode ini sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan
diperoleh. Selain itu, pemilihan metode pengajaran yang tepat akan menimbulkan
pembelajaran yang edukatif, kondusif, dan menarik. Salah satu contohnya adalah
metode eksperimen.
Metode eksperimen adalah metode pengajaran yang dilakukan oleh guru dan
peserta didik secara bersama-sama. Dalam proses belajar mengajar dengan metode
eksperimen ini, peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau
melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses
sesuatu. Peran guru dalam pelaksanaan metode eksperimen ini sangat penting
khususnya berkaitan ketelitian dan kecermatan sehingga tidak terjadi kekeliruan
dan kesalahan dalam memaknai kegiatan eksperimen yang dilaksanakan pada proses
pembelajaran. Menurut metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian
pelajaran, di mana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan
membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarai.
SDN 14 PANDAN beralamat di Jl. Senopati. No.01, MANTER, Kec. Sungai
Tebelian, Kab. Sintang, Kalimantan Barat. Kemampuan membaca merupakan salah
satu keterampilan penting dalam pembelajaran siswa di tingkat SD. Siswa kelas 1
di SDN 14 Pandan menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan membaca
mereka. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, memahami
kata-kata, dan membaca dengan lancar. Oleh karena itu, diperlukan metode
pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di
SDN 14 Pandan.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang
telah diuraikan, peneliti tertarik untuk meneliti dan membahas tentang Penerapan
Metode Belajar Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 di SDN 14 Pandan.
2. Rumusan
Masalah
- Apa faktor-faktor yang
menyebabkan siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan mengalami kesulitan dalam membaca?
- Bagaimana penerapan
metode belajar eksperimen dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas
1 di SDN 14 Pandan?
- Apakah metode belajar
eksperimen efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di
SDN 14 Pandan?
3. Tujuan
Penelitian
- Menganalisis
faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan mengalami
kesulitan dalam membaca.
- Menerapkan metode
belajar eksperimen sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca
siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.
- Mengukur efektivitas
metode belajar eksperimen dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas
1 di SDN 14 Pandan.
4. Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
a.
Meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang
memengaruhi kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.
b.
Memberikan alternatif metode belajar yang efektif
untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.
c.
Memberikan rekomendasi kepada guru dan pihak sekolah
mengenai metode belajar yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan
membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.
d.
Memberikan sumbangan dalam pengembangan penelitian
pendidikan mengenai metode belajar eksperimen dan pemahaman terhadap
pembelajaran membaca pada tingkat pendidikan dasar.
5. Hipotesis
Tindakan
a.
Dengan penerapan metode belajar eksperimen,
kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan akan meningkat secara
signifikan.
b.
Dengan penerapan metode belajar eksperimen, motivasi
dan minat belajar siswa dalam membaca akan meningkat, sehingga berdampak
positif pada prestasi belajar mereka..
BAB II
KAJIAN TEORI
1. Metode
Eksperimen
Menurut Roestiyah (2012)
Metode eksperimen adalah metode
pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok untuk dilatih
melakukan sesuatu proses atau percobaan. Begitu juga dalam cara mengajar guru
di dalam kelas menggunakan metode eksperimen. Yang dimaksud adalah salah satu
cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati
prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatannya itu
di sampaikan di kelas dan dievaluasi oleh guru.
Syiful Bahri
Djamarah dan Aswan Zain. (2006) Metode
eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan
dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajari dalam proses
belajar mengajar. Dengan metode pelajaran ini siswa dituntut untuk mengalami
sendiri, mencari kebenaran, mencari suatu hukum/dalil dan menarik kesimpulan
atas proses yang dialaminya itu.Dalam proses belajar mengajar dengan metode
eksperimen ini, pesrta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau
melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses
sesuatu. Dengan metode eksperimen ini diharapkan peserta didik tidak menelan
begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan.
Menurut Moedijiono dan Dimyati, metode eksperimen dalam kegiatan belajar
mengajar bertujuan untuk:
- Mengajar bagaimana
menarik kesimpulan dari berbagai fakta, informasi atau data yang berhasil
dikumpulkan melalui pengamatan terhadap proses eksperimen.
- Mengajar bagaimana
menarik kesimpulan dari fakta yang terdapat pada hasil eksperimen, melalui
eksperimen yang sama.
- Melatih siswa
merancang, mempersiapkan, melaksanakan, dan melaporkan percobaan.
- Melatih siswa
menggunakan logika induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi
atau data yang terkumpul melalui percobaan.
Metode eksperimen juga mempunyai kebaikan-kebaikan, diantaranya:
a.
Metode ini dapat membuat siswa lebih percaya atas
kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya
menerima kata guru atau buku saja.
b.
Dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan
eksplorasi tentang sains dan teknologi, suatu sikap dari seseorang ilmuwan.
c.
Metode ini didukung oleh asas-asas didaktif modern,
antara lain a) Siswa belajar dengan mengalami atau mengamati sendiri suatu
proses atau kejadian. b) Siswa terhindar jauh dari verbalisme. c) Memperkaya
pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif dan realistis. d)
Mengembangkan sikap berfikir imiah. e) Hasil belajar akan tahan lama dan
internalisasi.
Kekurangan Metode Eksperimen Metode eksperimen juga mempunyai kekurangan
antara lain:
a.
Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains
dan teknologi.
b.
Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan
dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.
c.
Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan
ketabahan.
d.
Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang
diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan
kemampuan atau pengendalian
Pelaksanaan metode eksperimen 1. Mendiskusikan bersama siswa mengenai
prosedur, peralatan dan bahan untuk eksperimen serta hal-hal yang perlu dicatat
dan diamati selama kegiatan eksperimen. 2. Membantu, membimbing dan mengawasi
siswa dalam melakukan eksperimen. 3. Mengamati dan mencatat kegiatan siswa
dalam eksperimen. 4. Membantu dan membimbing siswa dalam membuat kesimpulan. 5.
Mendiskusikan dan mengevaluasi kegiatan eksperimen.
2. Kemampuan
Membaca Siswa Sekolah Dasar Kelas 1
Menurut Harjasusana dan Mulyati (Dalman, 2013) membaca merupakan
perkembangan keterampilan yang bermula dari kata dan berlanjut kepada membaca
kritis. Keterampilan membaca pada pendidikan sekolah dasar merupakan patokan
dan dasar dari pengetahuan untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik.
Pada dasarnya anak dari usia dini telah belajar membaca yaitu mempelajari
dan mengenal huruf-huruf abjad kemudian mempelajari bagaimana menyusun huruf
menjadi sebuah kata sehinggga kata tersebut menjadi sebuah kalimat. Membaca
dapat dilihat sebagai proses dan sebagai hasil. Membaca sebagai proses memiliki
beberapa tahap yaitu dari pengenalan huruf sampai dengan pemahaman. Pengenalan
huruf atau aksara, bunyi dari huruf atau rangkaian huruf, makna atau maksut,
dan pemahaman terhadap makna atau maksut berdasarkan konteks wacana (Haryadi
dan Zamzani, 1999).
Membaca sebagai hasil berupa tercapainya komunikasi pikiran dan perasaan
pembaca dengan penulis, dengan kegiatan membaca siswa akan mendapatkan
pengetahuan yang akan menimbulkan presepsi siswa bahwa membaca dapat
menguntungkan bagi siapa saja yang membaca jika si pembaca dapat memahami isi
bacaan yang dibacanya. Pemahaman membaca sangat dituntut dalam membaca karena
tanpa ada pemahaman yang dia baca tidak ada makna untuk pembaca.
Menurut Nurhadi (Dalman, 2014: 13) tujuan pembelajaran membaca dibagi
atas dua tujuan utama, yaitu tujuan behavioral dan tujuan ekspresif. Tujuan
behavioral disebut dengan tujuan tertutup ataupun tujuan instruksional,
sedangkan tujuan ekspresif disebut dengan tujuan terbuka. Tujuan behavioral
diarahkan pada kegiatan-kegiatan membaca, yaitu Pemahaman makna kata,
keterampilan-keterampilan studi dan pemahaman terhadap teks bacaan. Tujuan
ekspresif lebih diarahkan pada kegiatan-kegiatan, yaitu membaca pengarahan diri
sendiri, membaca penafsiran atau membaca interpretatif dan membaca kreatif.
Dalam melakukan kegiatan membaca pasti memiliki manfaat baik untuk
pembaca maupun penulis. Menurut Burns, dkk. (Farida Rahim, 2007: 1)
mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu
masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak memahami pentingnya belajar
membaca tidak akan termotivasi untuk belajar. Belajar membaca merupakan usaha
yang terus-menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai membaca dalam
kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang
tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca. Membaca semakin penting dalam
kehidupan sehari-hari, (Samsu Somadayo, 2011) mengemukakan bahwa dengan
membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi dengan perasaan dan pikiran,
memperoleh informasi dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Pembelajaran membaca
sangat penting bagi siswa sebagai faktor utama untuk memepelajari berbagai
informasi dan ilmu yang baru dalam kegiatan membaca.
Menurut Farida Rahim (2007) tujuan membaca yaitu, seperti berikut. a)
Kesenangan b) Menyempurnakan membaca nyaring c) Menggunakan strategi tertentu
d) Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik e) Mengaitkan informasi
baru dengan informasi yang telah diketahuinya f) Memperoleh informasi untuk
laporan lisan atau tertulis g) Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi 16 h) Menampilkan
suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks
dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks i) Menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Bentuk
dan Desain Penelitian PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain siklus ganda.
Menurut
Sugiono (2016), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu penelitian yang
dilakukan oleh guru pada kegiatan pembelajaran di kelasnya sendiri dengan tujuan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi
dalam pembelajaran. Menurut Kunandar (2011) penelitian
tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan
yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila
diimplementasikan dengan baik dan benar.
Menurut Arikunto
(2015) Jenis penelitian tindakan kelas (Classroom
Action Research) yakni kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan
manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaborasi dan
partisipasi. Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian tindakan kelas (Classroom
Action Research) ada tiga pengertian yaitu sebagai berikut: 1. Penelitian
adalah tindakan mencermati obyek dengan menggunakan cara dan aturan tertentu
untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu
suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 2. Tindakan adalah
suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang
berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk peserta didik. 3.Kelas adalah sekelompok
peserta didik yang ada dalam waktu sama menerima suatu pelajaran yang sama dari
guru yang sama pula.
2. Prosedur
dan Skenario Rancangan Siklus
Prosedur
Rancangan Siklus Penelitian:
a.
Identifikasi Masalah: Melakukan observasi awal
terhadap siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan untuk mengidentifikasi kesulitan mereka
dalam membaca. Menganalisis hasil observasi dan mengidentifikasi masalah utama
yang perlu diperbaiki.
b.
Perencanaan: Menyusun rencana aksi yang terdiri dari
langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa
kelas 1. Merancang metode belajar eksperimen yang akan diterapkan, termasuk
penggunaan bahan-bahan ajar yang relevan.
c.
Implementasi: Mengajarkan siswa kelas 1 menggunakan
metode belajar eksperimen yang telah direncanakan. Menerapkan teknik-teknik
pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan
eksperimen. Memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan kurikulum yang
berlaku.
d.
Evaluasi: Mengumpulkan data tentang kemampuan
membaca siswa sebelum dan setelah penerapan metode belajar eksperimen.
Menganalisis data yang terkumpul untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan
membaca siswa setelah penerapan metode belajar eksperimen.
e.
Refleksi: Menginterpretasikan hasil evaluasi dan
mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen. Mengidentifikasi
kelemahan atau kekurangan dalam pelaksanaan metode belajar eksperimen.
Merencanakan perbaikan dan penyesuaian untuk siklus penelitian berikutnya.
Skenario Rancangan Siklus
Penelitian:
Siklus
1:
- Identifikasi masalah:
Mengamati siswa kelas 1 yang mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan
kata.
- Perencanaan: Merancang
rencana aksi dengan metode belajar eksperimen yang fokus pada pengenalan
huruf dan kata melalui kegiatan praktik langsung.
- Implementasi: Mengajar
siswa kelas 1 menggunakan metode belajar eksperimen yang melibatkan
kegiatan manipulatif seperti menyusun huruf dan kata menggunakan bahan-bahan
fisik.
- Evaluasi: Mengumpulkan
data tentang kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah penerapan metode
belajar eksperimen dalam siklus pertama ini.
- Refleksi: Menganalisis
hasil evaluasi, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan metode belajar
eksperimen yang diterapkan, dan merencanakan penyesuaian untuk siklus
selanjutnya.
Siklus
2:
- Identifikasi masalah:
Menemukan bahwa beberapa siswa masih kesulitan dalam membaca dengan
lancar.
- Perencanaan: Merancang
rencana aksi yang fokus pada pengembangan kecepatan membaca melalui metode
belajar eksperimen yang melibatkan kegiatan seperti membaca berkelompok
dan membaca melalui permainan.
- Implementasi:
Melaksanakan metode belajar eksperimen dengan memberikan kesempatan siswa
untuk membaca secara berkelompok dan melalui permainan yang melibatkan
kompetisi sehat.
- Evaluasi: Mengumpulkan
data tentang peningkatan kecepatan membaca siswa setelah penerapan metode
belajar eksperimen dalam siklus kedua ini.
- Refleksi: Menganalisis
hasil evaluasi, mengevaluasi keberhasilan metode belajar eksperimen, dan
membuat penyesuaian untuk siklus berikutnya jika diperlukan.
3. Subyek
dan Obyek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Mereka
merupakan partisipan utama dalam penelitian ini yang akan menjalani penerapan
metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka. Objek
penelitian ini adalah metode belajar eksperimen yang akan diterapkan pada siswa
kelas 1.
4. Tempat
dan Waktu Penelitian
SDN 14 PANDAN beralamat di Jl. Senopati. No.01, MANTER, Kec. Sungai
Tebelian, Kab. Sintang, Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan
selama 8 bulan dari desember 2022 sampai
Juli 2023.
5. Teknik
dan Alat Pengumpul Data
a. Teknik
Pengumpulan Data:
1)
Tes atau Uji Kemampuan Membaca: Menggunakan tes atau
uji kemampuan membaca untuk mengukur kemajuan siswa sebelum dan sesudah
penerapan metode belajar eksperimen. Tes dapat mencakup pemahaman kata-kata,
pengenalan huruf, membaca dengan lancar, dan pemahaman teks sederhana. Alat
yang digunakan dapat berupa tes tertulis atau lisan, seperti tes membaca individu
atau kelompok.
2)
Observasi: Melakukan observasi langsung terhadap
siswa selama proses pembelajaran. Pengamat akan mencatat perilaku siswa saat
membaca, kemampuan mengenali huruf, kata-kata, dan keterampilan membaca lainnya.
3)
Rekaman Audio atau Video: Merekam siswa saat membaca
atau mengikuti kegiatan pembelajaran membaca. Rekaman audio atau video ini
dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menganalisis kemajuan siswa dalam
membaca, serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
b. Alat
Pengumpul Data:
1)
Tes uji kemampuan membaca
2)
Observasi
3)
Wawancara
6. Validitas
Data
a. Validitas Internal: Mengacu
pada keabsahan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Dalam konteks
penerapan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa
kelas 1, validitas internal dapat dipastikan dengan memastikan bahwa semua
faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran siswa telah dikendalikan dengan
baik dalam rancangan eksperimen.
b. Validitas Eksternal: Mengacu
pada sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digeneralisasi ke
populasi yang lebih luas. Dalam penelitian ini, validitas eksternal dapat
ditingkatkan dengan memilih sampel siswa yang mewakili populasi siswa kelas 1
secara umum, serta menjaga konteks dan kondisi pembelajaran yang sesuai dengan
situasi yang ada di SDN 14 Pandan.
c. Validitas Konstruksi:
Mengacu pada sejauh mana instrumen pengukuran atau observasi yang digunakan
dalam penelitian mampu mengukur konstruk atau variabel yang diteliti. Dalam hal
ini, instrumen pengukuran kemampuan membaca siswa harus memiliki keandalan dan
kecocokan dengan konsep dan kriteria kemampuan membaca yang ingin diukur.
7. Analisis
Data
a.
Analisis Deskriptif: Digunakan untuk memberikan
gambaran statistik tentang data yang dikumpulkan, seperti rata-rata, median,
dan persentil. Dalam konteks ini, analisis deskriptif dapat digunakan untuk
menggambarkan kemampuan membaca awal siswa sebelum dan setelah penerapan metode
belajar eksperimen.
b.
Analisis Komparatif: Digunakan untuk membandingkan
perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam penelitian ini.
Dengan membandingkan kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah intervensi,
dapat dievaluasi apakah penerapan metode belajar eksperimen memberikan
peningkatan yang signifikan.
c.
Analisis Kualitatif: Selain analisis data
kuantitatif, analisis kualitatif juga dapat dilakukan untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman siswa dan respons mereka
terhadap metode belajar eksperimen. Ini dapat melibatkan wawancara, observasi,
atau analisis konten dari tanggapan siswa.
8. Jadwal
dan Biaya Penelitian
Jadwal
penelitian sebagai berikut :
Jadwal penelitian:
a.
Tahap persiapan (Desember 2022 - Januari 2023):
Pengumpulan materi, perencanaan eksperimen, dan penyusunan instrumen
penelitian.
b.
Tahap pelaksanaan (Februari - Maret 2023):
Implementasi metode belajar eksperimen dalam pembelajaran, pengumpulan data,
dan observasi.
c.
Tahap analisis data (April 2023): Pengolahan dan
analisis data penelitian.
d.
Tahap penulisan laporan (Mei - Juni 2023):
Penyusunan laporan penelitian.
e.
Tahap presentasi dan evaluasi (Juli 2023):
Presentasi hasil penelitian dan evaluasi penelitian.
Biaya penelitian sebagai berikut :
a.
Pengadaan Materi dan Bahan:
1) Buku bacaan khusus: Rp 20.000
2) Lembar kerja siswa: Rp 20.000
3) Alat peraga pembelajaran: Rp
50.000
4) Spidol, pensil, dan alat
tulis lainnya: Rp 50.000
b.
Pelatihan dan Pengembangan Guru:
Biaya
pelatihan guru dalam penerapan metode belajar eksperimen: Rp 200.000
c.
Pengadaan dan Perawatan Fasilitas:
1)
Penyediaan ruang kelas yang memadai: Rp 100.000
2)
Perawatan dan pemeliharaan peralatan: Rp 50.000
d.
Pengelolaan dan Administrasi:
1)
Biaya administrasi penelitian: Rp 50.000
2)
Transportasi dan logistik: Rp 150.000
3)
Pengadaan dan pengolahan data: Rp 50.000
e.
Evaluasi dan Monitoring:
Biaya
evaluasi kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah penelitian: Rp 100.000
f.
Penghargaan dan Insentif:
1)
Penghargaan untuk siswa yang menunjukkan peningkatan
kemampuan membaca: Rp 100.000
2)
Insentif bagi guru yang terlibat dalam penelitian:
Rp 500.000
3)
Total biaya penelitian: Rp 1.340.000
9. Personalia
Penelitian
Peneliti:
Nama : , S.Pd
Pendidikan : S1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Pengalaman : 5 tahun
mengajar
Tim pendukung:
Nama : ,
S.Pd
Pendidikan : S1 Pendidikan
Bahasa Indonesia
Pengalaman : 3 tahun
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsikan Per Siklus
Hasil Penelitian
Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran menggunakan
metode
belajar eksperimen, dalam kemampuan membaca siswa kelas II banyak
dilakukan dengan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif selama
proses pembelajaran berlangsung. Mengakibkan
kemampuan membaca siswa kelas II belum memuaskan, dengan
jumlah 25 siswa terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Diketahui
bahwa terdapat 10 siswa atau 40% belum mencapai kriteria ketuntasan maksimal
(KKM) yaitu 70,
sedangkan terdapat 15 siswa atau 60% yang mencapai KKM. Setelah guru menerapkan metode belajar eksperimen, dalam kemampuan membaca siswa
kelas II siswa mengalami
peningkatan, hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan siklus 1 dan siklus II .
Pendekatan pelaksanaan pembelajarann
menggunakan prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas yang terdiri dari
beberapa siklus dimana masing-masing siklus melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan,
tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Masing-masing
kegiatan diuraikan sebagai berikut :
- Hasil Penelitian Siklus I
1)
Tahap
Perencanaan
Dalam perencanaan penelitian ini, peneliti merancang
penggunaan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa
kelas 1 di SDN 14 Pandan. Rencana pelaksanaan meliputi pemilihan materi bacaan
yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, penyusunan langkah-langkah
pembelajaran, dan pengaturan waktu untuk setiap siklus.
2)
Tahap
Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus 1 melibatkan interaksi antara guru
dan siswa. Guru memperkenalkan materi bacaan baru, menjelaskan teknik-teknik
membaca, dan memberikan panduan kepada siswa untuk melakukan eksperimen membaca.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca dengan menggunakan teknik-teknik yang
telah dipelajari.
3)
Tahap
Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh
data tentang kemampuan membaca siswa. Data yang diobservasi meliputi kecepatan
membaca, pemahaman isi bacaan, dan penggunaan teknik membaca yang benar. Lembar
observasi aktivitas belajar siswa digunakan untuk mengetahui keaktifan belajar
siswa pada pertemuan siklus I. Pada indikator pembagian kelompok (team)
dikategorikan cukup karena siswa berada dalam 4 kelompok yang terdiri dari 6-7
siswa secara heterogen. Berdasarkan data dari siklus I dapat disimpulkan bahwa
pencapaian implementasi rencana pembelajaran aspek siswa dikategorikan kurang. Mengetahui
hasil belajar maka dilakukan tindakan pada penelitian tindakan kelas pada
pertemuan kedua siklus 1 data skor siswa adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Siklus
1
|
No |
Nama |
Hasil |
||
|
Data Awal |
Siklus 1 |
Keterangan |
||
|
1 |
Abi |
60 |
70 |
Tuntas |
|
2 |
Adam |
50 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
3 |
Adrian |
56 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
4 |
Arju |
75 |
73 |
Tuntas |
|
5 |
Asri |
75 |
70 |
Tuntas |
|
6 |
Aldi |
60 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
7 |
M.alim |
70 |
75 |
Tuntas |
|
8 |
M.Baim |
80 |
80 |
Tuntas |
|
9 |
M.Faiz |
75 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
10 |
M.Rehan |
75 |
78 |
Tuntas |
|
11 |
M.Reza |
65 |
68 |
Tidak Tuntas |
|
12 |
M.Putra |
68 |
68 |
Tidak Tuntas |
|
13 |
M.Yoga |
85 |
85 |
Tuntas |
|
14 |
Nur Adit |
80 |
85 |
Tuntas |
|
15 |
Nur Hida |
80 |
75 |
Tuntas |
|
16 |
Rahim aulia |
74 |
78 |
Tuntas |
|
17 |
Ripki |
73 |
80 |
Tuntas |
|
18 |
Reyhan |
50 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
19 |
wahyudi |
65 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
20 |
Erlin |
60 |
67 |
Tidak Tuntas |
|
21 |
Irma |
75 |
78 |
Tuntas |
|
22 |
Laila |
80 |
80 |
Tuntas |
|
23 |
Mawar |
65 |
67 |
Tidak Tuntas |
|
24 |
ratna |
90 |
90 |
Tuntas |
|
25 |
zela |
85 |
85 |
Tuntas |
Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I
|
No |
Nilai |
Jumlah
Siswa |
Presentase |
|
1 |
Tuntas |
15 |
60% |
|
2 |
Tidak Tuntas |
10 |
40% |
|
|
Jumlah |
25 |
100% |
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa
hasil belajar siswa pada siklus 1 yang diperoleh hasil rata-rata pra survey
70.84% dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 90. Sedang hasil postest
diperoleh rata-rata 73.28% dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90.
Dari data ini dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa,
dari nilai rata-rata pra-survey dan postest. Namun belum mencapai nilai
ketuntasan belajar sebesar 65%.
4)
Tahap
Refleksi
Setelah melalui tahap observasi, peneliti melakukan
refleksi terhadap hasil observasi tersebut. Hasil observasi menjadi bahan
evaluasi untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen
pada siklus 1.
1)
Pada tahap repleksi ini,
peneliti mengidentifikasi kelemahan yang terdapat pada pembelajaran siklus 1
2)
Peserta didik belum
terbiasa dengan model pembelajaran eksperimen dalam membaca
3)
Di
saat peneliti sedang menjelaskan materi ada siswa yang tidak memperhatkan
penjelasan diantar mereka masih ada yang mengobrol dan mengganggu teman yang
lainnya
4)
Peningkatan hasil belajar
belum memenuhi target sebanyak 80% untuk mencapai KKM.
5)
Keputusan Berdasarkan
hasil pembelajaran pada siklus 1. Hanya 15 orng yang mendapat nilai >70
sesuai dengan KKM. Oleh karena itu perlu ada perbaikan dalam pembelajaran
siklus 1 ke pembelajaran siklus II
- Hasil Penelitian Siklus II
1)
Tahap
Perencanaan
ada siklus 2, perencanaan dilakukan berdasarkan hasil
refleksi siklus 1. Langkah-langkah perencanaan pada siklus 2 mencakup
penyesuaian metode belajar eksperimen berdasarkan temuan dari siklus sebelumnya
dan pengembangan instrumen penilaian.
2)
Tahap
Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus 2 melibatkan implementasi metode
belajar eksperimen yang telah disesuaikan. Guru memberikan materi bacaan yang
lebih kompleks dan menantang, serta memberikan panduan yang lebih mendalam
mengenai teknik membaca yang efektif.. Guru mengevaluasi
hasil belajar masing-masing kelompok secara individu. Evaluasi di lakukan oleh
guru merupakan evaluasi hasil belajar tentang materi tersebut. Evaluasi yang di
berikan yaitu 3 soal pilihan ganda sesuai dengan tingkatan kelas 1 SD
3)
Tahap
Observasi
Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang
kemampuan membaca siswa pada siklus II. Data yang diobservasi mencakup
perbaikan kecepatan membaca, pemahaman bacaan yang lebih baik, dan penggunaan
teknik membaca yang lebih terampil. Berdasarkan data dari siklus II dapat
disimpulkan bahwa pencapaian implementasi rencana pembelajaran aspek siswa
dikategorikan baik. Mengetahui hasil belajar maka
dilakukan tindakan pada penelitian tindakan kelas pada pertemuan kedua siklus 1
data skor siswa adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Belajar siswa Siklus II
|
No |
Nama |
Hasil |
||
|
Data Awal |
Siklus 1 |
Keterangan |
||
|
1 |
Abi |
60 |
75 |
Tuntas |
|
2 |
Adam |
50 |
70 |
Tuntas |
|
3 |
Adrian |
56 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
4 |
Arju |
75 |
75 |
Tuntas |
|
5 |
Asri |
75 |
70 |
Tuntas |
|
6 |
Aldi |
60 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
7 |
M.alim |
70 |
75 |
Tuntas |
|
8 |
M.Baim |
80 |
75 |
Tuntas |
|
9 |
M.Faiz |
75 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
10 |
M.Rehan |
75 |
80 |
Tuntas |
|
11 |
M.Reza |
65 |
70 |
Tuntas |
|
12 |
M.Putra |
68 |
70 |
Tuntas |
|
13 |
M.Yoga |
85 |
85 |
Tuntas |
|
14 |
Nur Adit |
80 |
80 |
Tuntas |
|
15 |
Nur Hida |
80 |
80 |
Tuntas |
|
16 |
Rahim aulia |
74 |
78 |
Tuntas |
|
17 |
Ripki |
73 |
83 |
Tuntas |
|
18 |
Reyhan |
50 |
65 |
Tidak Tuntas |
|
19 |
wahyudi |
65 |
70 |
Tuntas |
|
20 |
Erlin |
60 |
67 |
Tidak Tuntas |
|
21 |
Irma |
75 |
80 |
Tuntas |
|
22 |
Laila |
80 |
83 |
Tuntas |
|
23 |
Mawar |
65 |
75 |
Tuntas |
|
24 |
ratna |
90 |
90 |
Tuntas |
|
25 |
zela |
85 |
90 |
Tuntas |
Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus II
|
No |
Nilai |
Jumlah
Siswa |
Presentase |
|
1 |
Tuntas |
20 |
80% |
|
2 |
Tidak Tuntas |
5 |
20% |
|
|
Jumlah |
25 |
100% |
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa
nilai hasil belajar siswa pada siklus II, yang diperoleh hasil rata-rata siklus
1 73.28%, dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Sedangkan hasil
posttest di peroleh dari siklus II rata-rata 75.52% dengan nilai terendah 65
dan nilai tertinggi 90. Dari data ini dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan
hasil belajar siswa, dari nilai rata-rata siklus 1 dan posttest. Berdasarkan
tabel dapat dilihat dari hasil posttest siklus II siswa yang mendapat ≥70
mencapai 80% atau sebanyak 20 siswa. Berdasarkan hasil diatas kegiatan siklus
II ini, hasil yang di capai sudah baik yang ditandai dengan adanya nilai pada
nilai posttest yang melebihi KKM, yang sudah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70
dengan ketuntasan 80%, oleh karena itu, peneliti cukup sampai siklus I
4)
Tahap
Refleksi
Setelah melalui tahap observasi, peneliti melakukan
refleksi terhadap hasil observasi pada siklus II. Hasil refleksi ini menjadi
dasar untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen
secara keseluruhan. Siswa mulai aktif belajar membaca, semangat , Dari
hasil evaluasi yang dilakukan menjelaskan adanya peningkatan hasil belajar
peserta didik. Berdasarkan refleksi yang dilakukan disuklus II ini, peneliti
melihat adanya peningkatan membaca.
Dengan
demikian siklus dalam penelitian ini hanya sampai pada siklus II dikarenakan
telah mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80.
2. Pembahasan dari Setiap
Siklus
Menurut Roestiyah (2012)
Metode eksperimen adalah metode pemberian
kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok untuk dilatih melakukan
sesuatu proses atau percobaan. Begitu juga dalam cara mengajar guru di dalam
kelas menggunakan metode eksperimen. Yang dimaksud adalah salah satu cara
mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati
prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatannya itu
di sampaikan di kelas dan dievaluasi oleh guru.
Syiful Bahri
Djamarah dan Aswan Zain. (2006) Metode
eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan
dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajari dalam proses
belajar mengajar. Dengan metode pelajaran ini siswa dituntut untuk mengalami
sendiri, mencari kebenaran, mencari suatu hukum/dalil dan menarik kesimpulan
atas proses yang dialaminya itu.Dalam proses belajar mengajar dengan metode
eksperimen ini, pesrta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau
melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses
sesuatu. Dengan metode eksperimen ini diharapkan peserta didik tidak menelan
begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan.
Dari data yang diperoleh dari penelitian
penerapan metode eksperimen ini
didapatkan adanya peningkatan
dalam membaca. Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran
menggunakan metode eksperimen
dalam membaca banyak dilakukan dengan motode ceramah,
tanya jawab sehinggah siswa kurang aktif selama proses pembelajaran
berlangsung. Hal ini juga yang mengakibatkan kemampuan siswa
dalam membaca kurang
memuaskan.
Adapun tes membaca,
pada siklus I siswa
yang mendapatkan nilai diatas 70 sebanyak 15 siswa atau 60% sedangkan siswa
yang mendapatkan nilai dibawah 70 sebanyak 10 siswa atau sebesar 40%. Ini
menunjukkan bahwa hasil pada siklus 1
belum mencapai 80%. Dilanjutkan dengan tindakan perbaikan yang dilaksanakan
pada siklus II ternyata hasil belajar meningkat. Pada siklus II ini secara umum
proses pembelajaran sudah baik walaupun masih terdapat 5 orang siswa yang belum
tuntas. Hal ini terlihat dari hasil belajar sudah mencapai indikator
keberhasilan 80% yaitu sebesar 80% oleh karena itu dapat diambil keputusan
bahwa siklus dapat dihentikan (tidak lanjut ke siklus berikutnya) karena hasil belajar
siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan hasil belajar siswa.
Adanya
peningkatan hasil belajar telah mencapai kkm, sebelum diterapkan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan
membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan masih rendah hal
ini diperoleh dari data awal dengan jumlah siswa 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%
80% 90% Data Awal Siklus I Siklus II persentase tuntas persentase tidak tuntas 25
siswa yang tuntas 15 siswa (60%), sedangkan yang tidak tuntas 10 siswa (40%).
Setelah diterapkan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan
membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan pada
siklus pertama mengalami peningkatan yakni dengan jumlah siswa 25 siswa yang
tuntas 15 siswa (60%), sedangkan yang tidak tuntas 10 siswa (40%). Selanjutnya
pada siklus kedua dengan siswa 25 siswa yang tuntas 20 siswa (80%) sedangkan
yang tidak tuntas 5 siswa (20%). Dapat disimpulkan bahwa melalui metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan
membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan yakni dari yang tuntas
15 siswa (60%) – 20 siswa (80%)
Hasil wawancara siswa tentang penerapan metode belajar
eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan
menhasilkan hasil yang sangat baik dan memuaskan.
3. Kesimpulan dan
Saran
Kesimpulan
a.
Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas 1 di SDN
14 Pandan mengalami kesulitan dalam membaca dapat meliputi kurangnya pemahaman
visualisasi huruf-huruf, keterbatasan dalam memahami hubungan antara bunyi
huruf dan pembentukan kata, serta minimnya pengalaman membaca kata dan kalimat sederhana.
b.
Penerapan metode belajar eksperimen melalui
pengenalan huruf, suara dan bunyi huruf, serta kata dan kalimat sederhana dapat
meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Metode ini
memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif melalui pengamatan langsung
objek, permainan interaktif, dan membaca bacaan cerita sederhana.
c.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa metode belajar eksperimen efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca
siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Minat siswa dalam belajar membaca dapat dibangkitkan
melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, yang mengintegrasikan
pengenalan huruf, suara dan bunyi huruf, serta kata dan kalimat sederhana.
Saran
a.
Menambah variasi aktivitas belajar yang berfokus pada
pengembangan pemahaman hubungan antara bunyi huruf dan pembentukan kata.
b.
Menggunakan sumber bacaan yang lebih beragam dan
menarik untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca.
c.
Melakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah
sampel yang lebih besar dan melibatkan variabel lain yang dapat mempengaruhi
kemampuan membaca siswa kelas
d.
Menerapkan metode belajar eksperimen dalam konteks
pembelajaran yang lebih luas dan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam
mengembangkan kemampuan membaca.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2015. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dalman. (2014). Keterampilan membaca.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Farida Rahim. (2005). Pengajaran membaca
sekolah dasar. Jakarta: PT Bumi aksara.
Haryadi dan Zamzani. (1998/1999). Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Yogyakarta: Penerbit
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Proyek Pendikan Guru Sekolah Dasar (Primary School Teacher Development Project).
Jihad, A., &
Haris, A. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Junaidi, H. M.
A. (2010). Pendidikan Islami: Perspektif Islam dan Kontemporer. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Kunandar . 2011.
Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rajawali Pers
Moedjiono dan Dimyati, 1992. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Dipartemen Pendidikan Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan,
Munandar, A. (2013). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Roestiyah. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta
Samsu Somadayu. (2011). Strategi dan teknik
pembelajaran membaca.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. 2017. Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Syaiful Bahri
Djamarah dan Aswan Zain. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Syiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2006). Strategi
Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta,
LAMPIRAN
Lampiran
1
Siklus
1
1.
Lembar Amatan/Observasi
Nama : Abi
Kelas : 1
|
No |
Indikator |
Ya |
Tidak |
|
1 |
Mengenali huruf secara
benar |
√ |
|
|
2 |
Memahami kata-kata |
√ |
|
|
3 |
Membaca dengan lancar |
|
√ |
|
4 |
Memahami dan menafsirkan
teks |
√ |
|
|
5 |
Menggunakan intonasi yang
tepat. |
√ |
|
Skala Penilaian:
1 = Sangat Kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
Nama : Adam
Kelas : 1
|
No |
Indikator |
Ya |
Tidak |
|
1 |
Mengenali huruf secara
benar |
√ |
|
|
2 |
Memahami kata-kata |
√ |
|
|
3 |
Membaca dengan lancar |
√ |
|
|
4 |
Memahami dan menafsirkan
teks |
√ |
|
|
5 |
Menggunakan intonasi yang
tepat. |
√ |
|
Skala Penilaian:
1 = Sangat Kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
Siklus II
Nama : Abi
Kelas : 1
|
No |
Indikator |
Ya |
Tidak |
|
1 |
Mengenali huruf secara
benar |
√ |
|
|
2 |
Memahami kata-kata |
√ |
|
|
3 |
Membaca dengan lancar |
√ |
|
|
4 |
Memahami dan menafsirkan
teks |
√ |
|
|
5 |
Menggunakan intonasi yang
tepat. |
√ |
|
Skala Penilaian:
1 = Sangat Kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
Nama : Adam
Kelas : 1
|
No |
Indikator |
Ya |
Tidak |
|
1 |
Mengenali huruf secara
benar |
√ |
|
|
2 |
Memahami kata-kata |
√ |
|
|
3 |
Membaca dengan lancar |
√ |
|
|
4 |
Memahami dan menafsirkan
teks |
√ |
|
|
5 |
Menggunakan intonasi yang
tepat. |
√ |
|
Skala Penilaian:
1 = Sangat Kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
Lampiran 2
2.
Lembar Wawancara
Nama Siswa: Zela
Kelas :
1
- Apa yang kamu sukai
tentang belajar membaca?
Suka membaca cerita yang
diberikan ibu
- Apakah ada hal yang
sulit bagimu dalam belajar membaca? Jika ya, apa itu?
Ketika bacaanya panjang
- Bagaimana kamu merasa
setelah mengikuti metode belajar eksperimen dalam pembelajaran membaca?
Sangat seru
- Apa yang kamu pelajari
dari kegiatan eksperimen yang telah kamu lakukan?
Belajar mengenali hurup dan lancer
membaca
- Apakah kamu merasa
lebih tertarik dan semangat dalam belajar membaca setelah menggunakan
metode belajar eksperimen?
Sangat semangat karena gurunya
baik juga
Nama Siswa: Zela
Kelas :
1
- Apa yang kamu sukai
tentang belajar membaca?
Yang saya sukai ketika
membaca yaitu seru dan menyenangkan
- Apakah ada hal yang
sulit bagimu dalam belajar membaca? Jika ya, apa itu?
Tidak sulit
- Bagaimana kamu merasa
setelah mengikuti metode belajar eksperimen dalam pembelajaran membaca?
trnyata membaca itu mudah
- Apa yang kamu pelajari
dari kegiatan eksperimen yang telah kamu lakukan?
Belajar membaca dengan
banyak bacaan seru
- Apakah kamu merasa
lebih tertarik dan semangat dalam belajar membaca setelah menggunakan metode
belajar eksperimen?
Sangat tertarik
Lampiran 3
3.
Soal Tes
Siklus 1
1.
Huruf yang kamu pelajari di kelas adalah...
a.
A, B, C
b.
X, Y, Z
c.
D, E, F
2.
Kata yang terdiri dari huruf A, B, C adalah...
a.
Cat
b.
Dog
c.
Elephant
3.
Apa yang kamu lakukan saat menghadapi kata yang sulit?
a.
Membaca berulang-ulang
b.
Bertanya pada teman
c.
Mencoba menebak
Siklus II
1.
Apa yang kamu pelajari tentang penggunaan tanda baca
di kelas?
a.
Tanda titik
b.
Tanda seru
c.
Tanda panah
2.
Mana yang benar? "Buah _____ enak."
a.
Mank
b.
Makan
c.
Makanan
3.
Apa manfaat dari membaca buku?
a.
Mendapatkan pengetahuan baru
b.
Bermain game
c.
Menonton TV
Lampiran 4
4.
RPP
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SDN 14 PANDAN
Kelas
/Semester : I/1(Satu)
Pertemuan : Pertama
Alokasi
Waktu : 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
:
Membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara
dengan berbagai variasi teks
B. Kompetensi Dasar :
1.
Membaca dengan
irama dan intonasi suara dengan berbagai variasi teks.
2.
Mengenal dan
membaca beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara
berurutan.
C. Indikator :
1.
Siswa mampu membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa
variasi teks.
2.
Siswa mampu mengenal dan membaca beberapa kata dengan kelompok huruf
vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.
D. Tujuan
Pembelajaran :
1.
Membaca dengan
mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa variasi teks.
2.
Mengenal dan membaca
beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara
berurutan.
E. Metode Pembelajaran
:
Metode pembelajaran yang
digunakan adalah metode belajar eksperimen. Siswa akan diajak untuk melakukan
percobaan membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa
variasi teks. Selain itu, siswa juga akan diberikan latihan membaca kata-kata
dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
Kegiatan |
Deskripsi Kegiatan |
Waktu |
|
Pendahuluan |
1. Guru mengucapkan salam 2. Guru memberikan pengarahan kepada peserta
didik senantiasa berdo’a sebelum belajar secara mandiri dirumah. 3. Guru
menginformasikan materi yang akan dipelajari 4. Guru memotivasi peserta didik untuk senantiasa
selalu semangat untuk belajar |
15
Menit |
|
Inti |
1. Guru
menyajikan beberapa teks pendek dengan variasi irama dan intonasi suara. 2. Guru
membacakan teks pertama dengan menggunakan irama dan intonasi yang jelas. 3. Siswa
diminta untuk mengikuti membaca teks tersebut dengan irama dan intonasi yang
sama. 4. Guru
memberikan umpan balik dan memperbaiki bacaan siswa jika diperlukan. 5. Guru
melanjutkan dengan teks berikutnya dan mengulangi langkah b-d. f. Guru
memberikan variasi teks dengan irama dan intonasi yang berbeda dan mengulangi
langkah b-d. 6. Guru
mengenalkan beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana
secara berurutan. 7. Siswa
diminta untuk membaca kata-kata tersebut secara berurutan dengan pengucapan
yang jelas. 8. Guru
memberikan umpan balik dan memperbaiki bacaan siswa jika diperlukan. |
45
Menit |
|
Penutup |
1.
Guru merangkum
pembelajaran yang telah dilakukan. 2.
Guru mengajukan beberapa
pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa. 3.
Guru memberikan
penguatan positif kepada siswa atas partisipasi dan usahanya dalam pembelajaran
hari ini. 4.
Guru memberikan
pekerjaan rumah untuk latihan membaca kata-kata dengan kelompok huruf vokal
dan konsonan sederhana secara berurutan. |
10 Menit |
G. PENILAIAN
a.
Tes Tetulis
b.
Observasi
c.
Praktik
|
Mengetahui Kepala Sekolah Muhammad
Hidayat, M.Pd |
Sintang, 2023 Guru Mata Pelajaran Siti Masitoh |
Lampiran 5
Dokumentasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar