Minggu, 11 Juni 2023

contoh penelitian PTK

 

PENERAPAN METODE BELAJAR EKSPERIMEN

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA

SISWA KELAS 1 DI SDN 14 PANDAN

 


DISUSUN OLEH :

 


UNIVERSITAS TERBUKA

UPBJJ PONTIANAK

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulilahirobbill’alamin, puji syukur peneliti haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayat, serta karunia-Nya atas anugerah dan kekuatan-Nya yang luar biasa sehingga proposal ini dapat terselesaikan.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, yang bertujuan untuk memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya bagi para guru dan pengajar, yang berkepentingan dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Peneliti menyadari bahwa proposal ini masih perlu penyempurnaan baik dari segi isi maupun metodologi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan proposal ini. Peneliti berharap semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya.

Sintang, 20 Mei 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

                                                                                                                    Halaman

HALAMAN SAMPUL.....................................................................................    i

KATA PENGANTAR......................................................................................   ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................    iii

BAB I      PENDAHULUAN............................................................................    1

1.      Deskripsi Hasil Penelitian Setiap Siklus……………………...   1

2.      Pembahasan Setiap Siklus…………………………………….    6

3.      Kesimpulan dan Saran ……………………………………….    8

 

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................     9

LAMPIRAN........................................................................................................ 10

                           

 BAB 1

PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang Masalah

Pengertian Pendidikan menurut Prof. Dr. A. Munandar adalah "Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia secara terencana dan sistematis dalam membantu peserta didik mengembangkan segala potensi yang dimilikinya sehingga mampu hidup sebagai manusia yang bermakna, bertanggung jawab, dan produktif dalam masyarakat.".

Pendidikan menurut Prof. Dr. H. M. Arifin Junaidi adalah "Pendidikan adalah suatu proses pembentukan kepribadian yang bertujuan membantu manusia mencapai pribadi yang utuh, berkualitas, dan menjadi insan yang berfungsi dalam masyarakat."

Ketika berbicara mengenai pendidikan, maka tak akan lepas dari pembahasan mengenai pembelajaran. Pembelajaran merupakan situasi formal yang secara sengaja diprogramkan oleh guru dalam usaha mentransformasikan ilmu yang diberikan kepada peserta didik berdasarkan kurikulum dan tujuan yang akan dicapai. Seiring dengan tanggung jawab professional pengajar dalam proses pembelajaran, maka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran setiap guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program pembelajaran yang akan berlangsung.

Menurut Jihad, A., & Haris, A. (2013) Pembelajaran adalah suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu: a) belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran; b) aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik disaat pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik serta antar peserta didik dalam rangka perubahan sikap.

Dengan kata lain, metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Oleh karena itu, guru dalam memilih metode mengajar harus tepat dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Pemilihan metode ini sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh. Selain itu, pemilihan metode pengajaran yang tepat akan menimbulkan pembelajaran yang edukatif, kondusif, dan menarik. Salah satu contohnya adalah metode eksperimen.

Metode eksperimen adalah metode pengajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik secara bersama-sama. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini, peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Peran guru dalam pelaksanaan metode eksperimen ini sangat penting khususnya berkaitan ketelitian dan kecermatan sehingga tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam memaknai kegiatan eksperimen yang dilaksanakan pada proses pembelajaran. Menurut metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, di mana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarai.

SDN 14 PANDAN beralamat di Jl. Senopati. No.01, MANTER, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang, Kalimantan Barat. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran siswa di tingkat SD. Siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan membaca mereka. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, memahami kata-kata, dan membaca dengan lancar. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk meneliti dan membahas tentang Penerapan Metode Belajar Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 di SDN 14 Pandan.

 

2.    Rumusan Masalah

  1. Apa faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan mengalami kesulitan dalam membaca?
  2. Bagaimana penerapan metode belajar eksperimen dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan?
  3. Apakah metode belajar eksperimen efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan?

 

3.    Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan mengalami kesulitan dalam membaca.
  2. Menerapkan metode belajar eksperimen sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.
  3. Mengukur efektivitas metode belajar eksperimen dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.

 

4.    Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:

a.       Meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.

b.      Memberikan alternatif metode belajar yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.

c.       Memberikan rekomendasi kepada guru dan pihak sekolah mengenai metode belajar yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan.

d.      Memberikan sumbangan dalam pengembangan penelitian pendidikan mengenai metode belajar eksperimen dan pemahaman terhadap pembelajaran membaca pada tingkat pendidikan dasar.

 

5.    Hipotesis Tindakan

a.        Dengan penerapan metode belajar eksperimen, kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan akan meningkat secara signifikan.

b.        Dengan penerapan metode belajar eksperimen, motivasi dan minat belajar siswa dalam membaca akan meningkat, sehingga berdampak positif pada prestasi belajar mereka..

BAB II

KAJIAN TEORI

1.    Metode Eksperimen

Menurut Roestiyah (2012) Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok untuk dilatih melakukan sesuatu proses atau percobaan. Begitu juga dalam cara mengajar guru di dalam kelas menggunakan metode eksperimen. Yang dimaksud adalah salah satu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatannya itu di sampaikan di kelas dan dievaluasi oleh guru.

Syiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2006) Metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Dengan metode pelajaran ini siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, mencari suatu hukum/dalil dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini, pesrta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan metode eksperimen ini diharapkan peserta didik tidak menelan begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan.

Menurut Moedijiono dan Dimyati, metode eksperimen dalam kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk:

  1. Mengajar bagaimana menarik kesimpulan dari berbagai fakta, informasi atau data yang berhasil dikumpulkan melalui pengamatan terhadap proses eksperimen.
  2. Mengajar bagaimana menarik kesimpulan dari fakta yang terdapat pada hasil eksperimen, melalui eksperimen yang sama.
  3. Melatih siswa merancang, mempersiapkan, melaksanakan, dan melaporkan percobaan.

 

  1. Melatih siswa menggunakan logika induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan.

Metode eksperimen juga mempunyai kebaikan-kebaikan, diantaranya:

a.       Metode ini dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku saja.

b.      Dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan eksplorasi tentang sains dan teknologi, suatu sikap dari seseorang ilmuwan.

c.       Metode ini didukung oleh asas-asas didaktif modern, antara lain a) Siswa belajar dengan mengalami atau mengamati sendiri suatu proses atau kejadian. b) Siswa terhindar jauh dari verbalisme. c) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif dan realistis. d) Mengembangkan sikap berfikir imiah. e) Hasil belajar akan tahan lama dan internalisasi.

Kekurangan Metode Eksperimen Metode eksperimen juga mempunyai kekurangan antara lain:

a.    Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi.

b.    Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.

c.    Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.

d.    Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian

Pelaksanaan metode eksperimen 1. Mendiskusikan bersama siswa mengenai prosedur, peralatan dan bahan untuk eksperimen serta hal-hal yang perlu dicatat dan diamati selama kegiatan eksperimen. 2. Membantu, membimbing dan mengawasi siswa dalam melakukan eksperimen. 3. Mengamati dan mencatat kegiatan siswa dalam eksperimen. 4. Membantu dan membimbing siswa dalam membuat kesimpulan. 5. Mendiskusikan dan mengevaluasi kegiatan eksperimen.

 

 

2.    Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar Kelas 1

Menurut Harjasusana dan Mulyati (Dalman, 2013) membaca merupakan perkembangan keterampilan yang bermula dari kata dan berlanjut kepada membaca kritis. Keterampilan membaca pada pendidikan sekolah dasar merupakan patokan dan dasar dari pengetahuan untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik.

Pada dasarnya anak dari usia dini telah belajar membaca yaitu mempelajari dan mengenal huruf-huruf abjad kemudian mempelajari bagaimana menyusun huruf menjadi sebuah kata sehinggga kata tersebut menjadi sebuah kalimat. Membaca dapat dilihat sebagai proses dan sebagai hasil. Membaca sebagai proses memiliki beberapa tahap yaitu dari pengenalan huruf sampai dengan pemahaman. Pengenalan huruf atau aksara, bunyi dari huruf atau rangkaian huruf, makna atau maksut, dan pemahaman terhadap makna atau maksut berdasarkan konteks wacana (Haryadi dan Zamzani, 1999).

Membaca sebagai hasil berupa tercapainya komunikasi pikiran dan perasaan pembaca dengan penulis, dengan kegiatan membaca siswa akan mendapatkan pengetahuan yang akan menimbulkan presepsi siswa bahwa membaca dapat menguntungkan bagi siapa saja yang membaca jika si pembaca dapat memahami isi bacaan yang dibacanya. Pemahaman membaca sangat dituntut dalam membaca karena tanpa ada pemahaman yang dia baca tidak ada makna untuk pembaca.

Menurut Nurhadi (Dalman, 2014: 13) tujuan pembelajaran membaca dibagi atas dua tujuan utama, yaitu tujuan behavioral dan tujuan ekspresif. Tujuan behavioral disebut dengan tujuan tertutup ataupun tujuan instruksional, sedangkan tujuan ekspresif disebut dengan tujuan terbuka. Tujuan behavioral diarahkan pada kegiatan-kegiatan membaca, yaitu Pemahaman makna kata, keterampilan-keterampilan studi dan pemahaman terhadap teks bacaan. Tujuan ekspresif lebih diarahkan pada kegiatan-kegiatan, yaitu membaca pengarahan diri sendiri, membaca penafsiran atau membaca interpretatif dan membaca kreatif.

Dalam melakukan kegiatan membaca pasti memiliki manfaat baik untuk pembaca maupun penulis. Menurut Burns, dkk. (Farida Rahim, 2007: 1) mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak memahami pentingnya belajar membaca tidak akan termotivasi untuk belajar. Belajar membaca merupakan usaha yang terus-menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca. Membaca semakin penting dalam kehidupan sehari-hari, (Samsu Somadayo, 2011) mengemukakan bahwa dengan membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Pembelajaran membaca sangat penting bagi siswa sebagai faktor utama untuk memepelajari berbagai informasi dan ilmu yang baru dalam kegiatan membaca.

Menurut Farida Rahim (2007) tujuan membaca yaitu, seperti berikut. a) Kesenangan b) Menyempurnakan membaca nyaring c) Menggunakan strategi tertentu d) Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik e) Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya f) Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis g) Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi 16 h) Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks i) Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

1.    Bentuk dan Desain Penelitian PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain siklus ganda. Menurut Sugiono (2016), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru pada kegiatan pembelajaran di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Menurut Kunandar (2011) penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar.

Menurut Arikunto (2015) Jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yakni kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaborasi dan partisipasi. Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) ada tiga pengertian yaitu sebagai berikut: 1. Penelitian adalah tindakan mencermati obyek dengan menggunakan cara dan aturan tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 2. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk peserta didik. 3.Kelas adalah sekelompok peserta didik yang ada dalam waktu sama menerima suatu pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

 

2.    Prosedur dan Skenario Rancangan Siklus

Prosedur Rancangan Siklus Penelitian:

a.       Identifikasi Masalah: Melakukan observasi awal terhadap siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan untuk mengidentifikasi kesulitan mereka dalam membaca. Menganalisis hasil observasi dan mengidentifikasi masalah utama yang perlu diperbaiki.

b.      Perencanaan: Menyusun rencana aksi yang terdiri dari langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1. Merancang metode belajar eksperimen yang akan diterapkan, termasuk penggunaan bahan-bahan ajar yang relevan.

c.       Implementasi: Mengajarkan siswa kelas 1 menggunakan metode belajar eksperimen yang telah direncanakan. Menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan eksperimen. Memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

d.      Evaluasi: Mengumpulkan data tentang kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah penerapan metode belajar eksperimen. Menganalisis data yang terkumpul untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan membaca siswa setelah penerapan metode belajar eksperimen.

e.       Refleksi: Menginterpretasikan hasil evaluasi dan mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen. Mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam pelaksanaan metode belajar eksperimen. Merencanakan perbaikan dan penyesuaian untuk siklus penelitian berikutnya.

Skenario Rancangan Siklus Penelitian:

Siklus 1:

  1. Identifikasi masalah: Mengamati siswa kelas 1 yang mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan kata.
  2. Perencanaan: Merancang rencana aksi dengan metode belajar eksperimen yang fokus pada pengenalan huruf dan kata melalui kegiatan praktik langsung.
  3. Implementasi: Mengajar siswa kelas 1 menggunakan metode belajar eksperimen yang melibatkan kegiatan manipulatif seperti menyusun huruf dan kata menggunakan bahan-bahan fisik.
  4. Evaluasi: Mengumpulkan data tentang kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah penerapan metode belajar eksperimen dalam siklus pertama ini.
  5. Refleksi: Menganalisis hasil evaluasi, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan metode belajar eksperimen yang diterapkan, dan merencanakan penyesuaian untuk siklus selanjutnya.

Siklus 2:

  1. Identifikasi masalah: Menemukan bahwa beberapa siswa masih kesulitan dalam membaca dengan lancar.
  2. Perencanaan: Merancang rencana aksi yang fokus pada pengembangan kecepatan membaca melalui metode belajar eksperimen yang melibatkan kegiatan seperti membaca berkelompok dan membaca melalui permainan.
  3. Implementasi: Melaksanakan metode belajar eksperimen dengan memberikan kesempatan siswa untuk membaca secara berkelompok dan melalui permainan yang melibatkan kompetisi sehat.
  4. Evaluasi: Mengumpulkan data tentang peningkatan kecepatan membaca siswa setelah penerapan metode belajar eksperimen dalam siklus kedua ini.
  5. Refleksi: Menganalisis hasil evaluasi, mengevaluasi keberhasilan metode belajar eksperimen, dan membuat penyesuaian untuk siklus berikutnya jika diperlukan.

 

3.    Subyek dan Obyek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Mereka merupakan partisipan utama dalam penelitian ini yang akan menjalani penerapan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka. Objek penelitian ini adalah metode belajar eksperimen yang akan diterapkan pada siswa kelas 1.

 

4.    Tempat dan Waktu Penelitian

SDN 14 PANDAN beralamat di Jl. Senopati. No.01, MANTER, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang, Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan selama  8 bulan dari desember 2022 sampai Juli 2023.

 

 

5.    Teknik dan Alat Pengumpul Data

a.    Teknik Pengumpulan Data:

1)   Tes atau Uji Kemampuan Membaca: Menggunakan tes atau uji kemampuan membaca untuk mengukur kemajuan siswa sebelum dan sesudah penerapan metode belajar eksperimen. Tes dapat mencakup pemahaman kata-kata, pengenalan huruf, membaca dengan lancar, dan pemahaman teks sederhana. Alat yang digunakan dapat berupa tes tertulis atau lisan, seperti tes membaca individu atau kelompok.

2)   Observasi: Melakukan observasi langsung terhadap siswa selama proses pembelajaran. Pengamat akan mencatat perilaku siswa saat membaca, kemampuan mengenali huruf, kata-kata, dan keterampilan membaca lainnya.

3)   Rekaman Audio atau Video: Merekam siswa saat membaca atau mengikuti kegiatan pembelajaran membaca. Rekaman audio atau video ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menganalisis kemajuan siswa dalam membaca, serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

 

b.   Alat Pengumpul Data:

1)   Tes uji kemampuan membaca

2)   Observasi

3)   Wawancara

 

6.    Validitas Data

a.    Validitas Internal: Mengacu pada keabsahan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Dalam konteks penerapan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1, validitas internal dapat dipastikan dengan memastikan bahwa semua faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran siswa telah dikendalikan dengan baik dalam rancangan eksperimen.

b.   Validitas Eksternal: Mengacu pada sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Dalam penelitian ini, validitas eksternal dapat ditingkatkan dengan memilih sampel siswa yang mewakili populasi siswa kelas 1 secara umum, serta menjaga konteks dan kondisi pembelajaran yang sesuai dengan situasi yang ada di SDN 14 Pandan.

c.    Validitas Konstruksi: Mengacu pada sejauh mana instrumen pengukuran atau observasi yang digunakan dalam penelitian mampu mengukur konstruk atau variabel yang diteliti. Dalam hal ini, instrumen pengukuran kemampuan membaca siswa harus memiliki keandalan dan kecocokan dengan konsep dan kriteria kemampuan membaca yang ingin diukur.

 

7.    Analisis Data

a.    Analisis Deskriptif: Digunakan untuk memberikan gambaran statistik tentang data yang dikumpulkan, seperti rata-rata, median, dan persentil. Dalam konteks ini, analisis deskriptif dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan membaca awal siswa sebelum dan setelah penerapan metode belajar eksperimen.

b.    Analisis Komparatif: Digunakan untuk membandingkan perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam penelitian ini. Dengan membandingkan kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah intervensi, dapat dievaluasi apakah penerapan metode belajar eksperimen memberikan peningkatan yang signifikan.

c.    Analisis Kualitatif: Selain analisis data kuantitatif, analisis kualitatif juga dapat dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman siswa dan respons mereka terhadap metode belajar eksperimen. Ini dapat melibatkan wawancara, observasi, atau analisis konten dari tanggapan siswa.

 

 

8.    Jadwal dan Biaya Penelitian

Jadwal penelitian sebagai berikut :

Jadwal penelitian:

a.       Tahap persiapan (Desember 2022 - Januari 2023): Pengumpulan materi, perencanaan eksperimen, dan penyusunan instrumen penelitian.

b.      Tahap pelaksanaan (Februari - Maret 2023): Implementasi metode belajar eksperimen dalam pembelajaran, pengumpulan data, dan observasi.

c.       Tahap analisis data (April 2023): Pengolahan dan analisis data penelitian.

d.      Tahap penulisan laporan (Mei - Juni 2023): Penyusunan laporan penelitian.

e.       Tahap presentasi dan evaluasi (Juli 2023): Presentasi hasil penelitian dan evaluasi penelitian.

 

Biaya penelitian sebagai berikut :

a.        Pengadaan Materi dan Bahan:

1)   Buku bacaan khusus: Rp 20.000

2)   Lembar kerja siswa: Rp 20.000

3)   Alat peraga pembelajaran: Rp 50.000

4)   Spidol, pensil, dan alat tulis lainnya: Rp 50.000

b.        Pelatihan dan Pengembangan Guru:

Biaya pelatihan guru dalam penerapan metode belajar eksperimen: Rp 200.000

c.         Pengadaan dan Perawatan Fasilitas:

1)   Penyediaan ruang kelas yang memadai: Rp 100.000

2)   Perawatan dan pemeliharaan peralatan: Rp 50.000

d.        Pengelolaan dan Administrasi:

1)   Biaya administrasi penelitian: Rp 50.000

2)   Transportasi dan logistik: Rp 150.000

3)   Pengadaan dan pengolahan data: Rp 50.000

 

 

e.         Evaluasi dan Monitoring:

Biaya evaluasi kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah penelitian: Rp 100.000

f.          Penghargaan dan Insentif:

1)   Penghargaan untuk siswa yang menunjukkan peningkatan kemampuan membaca: Rp 100.000

2)   Insentif bagi guru yang terlibat dalam penelitian: Rp 500.000

3)   Total biaya penelitian: Rp 1.340.000

 

9.    Personalia Penelitian

 

Peneliti:

Nama                      : , S.Pd

Pendidikan             : S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Pengalaman            : 5 tahun mengajar

Tim pendukung:

Nama                      : , S.Pd

Pendidikan             : S1 Pendidikan Bahasa Indonesia

Pengalaman            : 3 tahun

 


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

1.    Deskripsikan Per Siklus Hasil Penelitian

Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran menggunakan metode belajar eksperimen, dalam kemampuan membaca siswa kelas II banyak dilakukan dengan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Mengakibkan kemampuan membaca siswa kelas II belum memuaskan, dengan jumlah 25 siswa terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Diketahui bahwa terdapat 10 siswa atau 40% belum mencapai kriteria ketuntasan maksimal (KKM) yaitu 70, sedangkan terdapat 15 siswa atau 60% yang mencapai KKM. Setelah guru menerapkan metode belajar eksperimen, dalam kemampuan membaca siswa kelas II siswa mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan siklus 1 dan siklus II .

Pendekatan pelaksanaan pembelajarann menggunakan prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa siklus dimana masing-masing siklus melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut :

  1. Hasil Penelitian Siklus I

1)   Tahap Perencanaan

Dalam perencanaan penelitian ini, peneliti merancang penggunaan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Rencana pelaksanaan meliputi pemilihan materi bacaan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, dan pengaturan waktu untuk setiap siklus.

2)   Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan siklus 1 melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Guru memperkenalkan materi bacaan baru, menjelaskan teknik-teknik membaca, dan memberikan panduan kepada siswa untuk melakukan eksperimen membaca. Siswa diberi kesempatan untuk membaca dengan menggunakan teknik-teknik yang telah dipelajari.

3)   Tahap Observasi

Observasi dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data tentang kemampuan membaca siswa. Data yang diobservasi meliputi kecepatan membaca, pemahaman isi bacaan, dan penggunaan teknik membaca yang benar. Lembar observasi aktivitas belajar siswa digunakan untuk mengetahui keaktifan belajar siswa pada pertemuan siklus I. Pada indikator pembagian kelompok (team) dikategorikan cukup karena siswa berada dalam 4 kelompok yang terdiri dari 6-7 siswa secara heterogen. Berdasarkan data dari siklus I dapat disimpulkan bahwa pencapaian implementasi rencana pembelajaran aspek siswa dikategorikan kurang. Mengetahui hasil belajar maka dilakukan tindakan pada penelitian tindakan kelas pada pertemuan kedua siklus 1 data skor siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Siklus 1

No

Nama

Hasil

Data Awal

Siklus 1

Keterangan

1

Abi

60

70

Tuntas

2

Adam

50

60

Tidak Tuntas

3

Adrian

56

65

Tidak Tuntas

4

Arju

75

73

Tuntas

5

Asri

75

70

Tuntas

6

Aldi

60

65

Tidak Tuntas

7

M.alim

70

75

Tuntas

8

M.Baim

80

80

Tuntas

9

M.Faiz

75

65

Tidak Tuntas

10

M.Rehan

75

78

Tuntas

11

M.Reza

65

68

Tidak Tuntas

12

M.Putra

68

68

Tidak Tuntas

13

M.Yoga

85

85

Tuntas

14

Nur Adit

80

85

Tuntas

15

Nur Hida

80

75

Tuntas

16

Rahim aulia

74

78

Tuntas

17

Ripki

73

80

Tuntas

18

Reyhan

50

60

Tidak Tuntas

19

wahyudi

65

65

Tidak Tuntas

20

Erlin

60

67

Tidak Tuntas

21

Irma

75

78

Tuntas

22

Laila

80

80

Tuntas

23

Mawar

65

67

Tidak Tuntas

24

ratna

90

90

Tuntas

25

zela

85

85

Tuntas

Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I

No

Nilai

Jumlah Siswa

Presentase

1

Tuntas

15

60%

2

Tidak Tuntas

10

40%

 

Jumlah

25

100%

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa pada siklus 1 yang diperoleh hasil rata-rata pra survey 70.84% dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 90. Sedang hasil postest diperoleh rata-rata 73.28% dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Dari data ini dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, dari nilai rata-rata pra-survey dan postest. Namun belum mencapai nilai ketuntasan belajar sebesar 65%.

 

4)   Tahap Refleksi

Setelah melalui tahap observasi, peneliti melakukan refleksi terhadap hasil observasi tersebut. Hasil observasi menjadi bahan evaluasi untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen pada siklus 1.

1)      Pada tahap repleksi ini, peneliti mengidentifikasi kelemahan yang terdapat pada pembelajaran siklus 1

2)      Peserta didik belum terbiasa dengan model pembelajaran eksperimen dalam membaca

3)      Di saat peneliti sedang menjelaskan materi ada siswa yang tidak memperhatkan penjelasan diantar mereka masih ada yang mengobrol dan mengganggu teman yang lainnya

4)      Peningkatan hasil belajar belum memenuhi target sebanyak 80% untuk mencapai KKM.

5)      Keputusan Berdasarkan hasil pembelajaran pada siklus 1. Hanya 15 orng yang mendapat nilai >70 sesuai dengan KKM. Oleh karena itu perlu ada perbaikan dalam pembelajaran siklus 1 ke pembelajaran siklus II

  1. Hasil Penelitian Siklus II

1)   Tahap Perencanaan

ada siklus 2, perencanaan dilakukan berdasarkan hasil refleksi siklus 1. Langkah-langkah perencanaan pada siklus 2 mencakup penyesuaian metode belajar eksperimen berdasarkan temuan dari siklus sebelumnya dan pengembangan instrumen penilaian.

2)   Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan siklus 2 melibatkan implementasi metode belajar eksperimen yang telah disesuaikan. Guru memberikan materi bacaan yang lebih kompleks dan menantang, serta memberikan panduan yang lebih mendalam mengenai teknik membaca yang efektif.. Guru mengevaluasi hasil belajar masing-masing kelompok secara individu. Evaluasi di lakukan oleh guru merupakan evaluasi hasil belajar tentang materi tersebut. Evaluasi yang di berikan yaitu 3 soal pilihan ganda sesuai dengan tingkatan kelas 1 SD

3)   Tahap Observasi

Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang kemampuan membaca siswa pada siklus II. Data yang diobservasi mencakup perbaikan kecepatan membaca, pemahaman bacaan yang lebih baik, dan penggunaan teknik membaca yang lebih terampil. Berdasarkan data dari siklus II dapat disimpulkan bahwa pencapaian implementasi rencana pembelajaran aspek siswa dikategorikan baik. Mengetahui hasil belajar maka dilakukan tindakan pada penelitian tindakan kelas pada pertemuan kedua siklus 1 data skor siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Belajar siswa Siklus II

No

Nama

Hasil

Data Awal

Siklus 1

Keterangan

1

Abi

60

75

Tuntas

2

Adam

50

70

Tuntas

3

Adrian

56

65

Tidak Tuntas

4

Arju

75

75

Tuntas

5

Asri

75

70

Tuntas

6

Aldi

60

65

Tidak Tuntas

7

M.alim

70

75

Tuntas

8

M.Baim

80

           75

Tuntas

9

M.Faiz

75

65

Tidak Tuntas

10

M.Rehan

75

80

Tuntas

11

M.Reza

65

70

Tuntas

12

M.Putra

68

70

Tuntas

13

M.Yoga

85

85

Tuntas

14

Nur Adit

80

80

Tuntas

15

Nur Hida

80

80

Tuntas

16

Rahim aulia

74

78

Tuntas

17

Ripki

73

83

Tuntas

18

Reyhan

50

65

Tidak Tuntas

19

wahyudi

65

70

      Tuntas

20

Erlin

60

67

Tidak Tuntas

21

Irma

75

80

Tuntas

22

Laila

80

83

Tuntas

23

Mawar

65

75

Tuntas

24

ratna

90

90

Tuntas

25

zela

85

90

Tuntas

 

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus II

No

Nilai

Jumlah Siswa

Presentase

1

Tuntas

20

80%

2

Tidak Tuntas

5

20%

 

Jumlah

25

100%

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar siswa pada siklus II, yang diperoleh hasil rata-rata siklus 1 73.28%, dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Sedangkan hasil posttest di peroleh dari siklus II rata-rata 75.52% dengan nilai terendah 65 dan nilai tertinggi 90. Dari data ini dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, dari nilai rata-rata siklus 1 dan posttest. Berdasarkan tabel dapat dilihat dari hasil posttest siklus II siswa yang mendapat ≥70 mencapai 80% atau sebanyak 20 siswa. Berdasarkan hasil diatas kegiatan siklus II ini, hasil yang di capai sudah baik yang ditandai dengan adanya nilai pada nilai posttest yang melebihi KKM, yang sudah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70 dengan ketuntasan 80%, oleh karena itu, peneliti cukup sampai siklus I

4)   Tahap Refleksi

Setelah melalui tahap observasi, peneliti melakukan refleksi terhadap hasil observasi pada siklus II. Hasil refleksi ini menjadi dasar untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan metode belajar eksperimen secara keseluruhan. Siswa mulai aktif belajar membaca, semangat , Dari hasil evaluasi yang dilakukan menjelaskan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan refleksi yang dilakukan disuklus II ini, peneliti melihat adanya peningkatan membaca. Dengan demikian siklus dalam penelitian ini hanya sampai pada siklus II dikarenakan telah mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80.

 

2.    Pembahasan dari Setiap Siklus

Menurut Roestiyah (2012) Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok untuk dilatih melakukan sesuatu proses atau percobaan. Begitu juga dalam cara mengajar guru di dalam kelas menggunakan metode eksperimen. Yang dimaksud adalah salah satu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatannya itu di sampaikan di kelas dan dievaluasi oleh guru.

Syiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2006) Metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Dengan metode pelajaran ini siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, mencari suatu hukum/dalil dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini, pesrta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan metode eksperimen ini diharapkan peserta didik tidak menelan begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan.

Dari data yang diperoleh dari penelitian penerapan metode eksperimen ini didapatkan adanya peningkatan dalam membaca. Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran menggunakan metode eksperimen dalam membaca banyak dilakukan dengan motode ceramah, tanya jawab sehinggah siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini juga yang mengakibatkan kemampuan  siswa dalam membaca kurang memuaskan.

Adapun tes membaca, pada siklus I siswa yang mendapatkan nilai diatas 70 sebanyak 15 siswa atau 60% sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dibawah 70 sebanyak 10 siswa atau sebesar 40%. Ini menunjukkan bahwa hasil  pada siklus 1 belum mencapai 80%. Dilanjutkan dengan tindakan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II ternyata hasil belajar meningkat. Pada siklus II ini secara umum proses pembelajaran sudah baik walaupun masih terdapat 5 orang siswa yang belum tuntas. Hal ini terlihat dari hasil belajar sudah mencapai indikator keberhasilan 80% yaitu sebesar 80% oleh karena itu dapat diambil keputusan bahwa siklus dapat dihentikan (tidak lanjut ke siklus berikutnya) karena hasil belajar siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan hasil belajar siswa.

Adanya peningkatan hasil belajar telah mencapai kkm, sebelum diterapkan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan masih rendah hal ini diperoleh dari data awal dengan jumlah siswa 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% Data Awal Siklus I Siklus II persentase tuntas persentase tidak tuntas 25 siswa yang tuntas 15 siswa (60%), sedangkan yang tidak tuntas 10 siswa (40%). Setelah diterapkan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan pada siklus pertama mengalami peningkatan yakni dengan jumlah siswa 25 siswa yang tuntas 15 siswa (60%), sedangkan yang tidak tuntas 10 siswa (40%). Selanjutnya pada siklus kedua dengan siswa 25 siswa yang tuntas 20 siswa (80%) sedangkan yang tidak tuntas 5 siswa (20%). Dapat disimpulkan bahwa melalui metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan yakni dari yang tuntas 15 siswa (60%) – 20 siswa (80%)

 

Hasil wawancara  siswa tentang penerapan metode belajar eksperimen untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di sdn 14 pandan menhasilkan hasil yang sangat baik dan memuaskan.

 

 

 

 

 

 

3.    Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

a.       Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan mengalami kesulitan dalam membaca dapat meliputi kurangnya pemahaman visualisasi huruf-huruf, keterbatasan dalam memahami hubungan antara bunyi huruf dan pembentukan kata, serta minimnya pengalaman membaca kata dan kalimat sederhana.

b.      Penerapan metode belajar eksperimen melalui pengenalan huruf, suara dan bunyi huruf, serta kata dan kalimat sederhana dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif melalui pengamatan langsung objek, permainan interaktif, dan membaca bacaan cerita sederhana.

c.       Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode belajar eksperimen efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 14 Pandan. Minat siswa dalam belajar membaca dapat dibangkitkan melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, yang mengintegrasikan pengenalan huruf, suara dan bunyi huruf, serta kata dan kalimat sederhana.

Saran

a.       Menambah variasi aktivitas belajar yang berfokus pada pengembangan pemahaman hubungan antara bunyi huruf dan pembentukan kata.

b.      Menggunakan sumber bacaan yang lebih beragam dan menarik untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca.

c.       Melakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan melibatkan variabel lain yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca siswa kelas

d.      Menerapkan metode belajar eksperimen dalam konteks pembelajaran yang lebih luas dan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam mengembangkan kemampuan membaca.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, S. 2015. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Dalman. (2014). Keterampilan membaca. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Farida Rahim. (2005). Pengajaran membaca sekolah dasar. Jakarta: PT Bumi aksara.

Haryadi dan Zamzani. (1998/1999). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Yogyakarta: Penerbit Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendikan Guru Sekolah Dasar (Primary School Teacher Development Project).

Jihad, A., & Haris, A. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Junaidi, H. M. A. (2010). Pendidikan Islami: Perspektif Islam dan Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kunandar . 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rajawali Pers

Moedjiono dan Dimyati, 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Dipartemen Pendidikan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan,

Munandar, A. (2013). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Roestiyah. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Samsu Somadayu. (2011). Strategi dan teknik pembelajaran membaca.Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Syiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta,

 

 

 

LAMPIRAN

Lampiran 1

Siklus 1

1.    Lembar Amatan/Observasi

Nama : Abi

Kelas : 1

No

Indikator

Ya

Tidak

1

Mengenali huruf secara benar

 

2

Memahami kata-kata

 

3

Membaca dengan lancar

 

4

Memahami dan menafsirkan teks

 

5

Menggunakan intonasi yang tepat.

 

 

Skala Penilaian:

1 = Sangat Kurang

2 = Kurang

3 = Cukup

4 = Baik

5 = Sangat Baik

 

 

 

Nama : Adam

Kelas : 1

No

Indikator

Ya

Tidak

1

Mengenali huruf secara benar

 

2

Memahami kata-kata

 

3

Membaca dengan lancar

 

4

Memahami dan menafsirkan teks

 

5

Menggunakan intonasi yang tepat.

 

 

Skala Penilaian:

1 = Sangat Kurang

2 = Kurang

3 = Cukup

4 = Baik

5 = Sangat Baik

 

 

 

 

 

Siklus II

Nama : Abi

Kelas : 1

No

Indikator

Ya

Tidak

1

Mengenali huruf secara benar

 

2

Memahami kata-kata

 

3

Membaca dengan lancar

 

4

Memahami dan menafsirkan teks

 

5

Menggunakan intonasi yang tepat.

 

 

Skala Penilaian:

1 = Sangat Kurang

2 = Kurang

3 = Cukup

4 = Baik

5 = Sangat Baik

 

 

 

 

 

Nama : Adam

Kelas : 1

No

Indikator

Ya

Tidak

1

Mengenali huruf secara benar

 

2

Memahami kata-kata

 

3

Membaca dengan lancar

 

4

Memahami dan menafsirkan teks

 

5

Menggunakan intonasi yang tepat.

 

 

Skala Penilaian:

1 = Sangat Kurang

2 = Kurang

3 = Cukup

4 = Baik

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

2.    Lembar Wawancara

Nama Siswa: Zela

 Kelas         : 1

  1. Apa yang kamu sukai tentang belajar membaca?

Suka membaca cerita yang diberikan ibu

  1. Apakah ada hal yang sulit bagimu dalam belajar membaca? Jika ya, apa itu?

Ketika bacaanya panjang

  1. Bagaimana kamu merasa setelah mengikuti metode belajar eksperimen dalam pembelajaran membaca?

Sangat seru

  1. Apa yang kamu pelajari dari kegiatan eksperimen yang telah kamu lakukan?

Belajar mengenali hurup dan lancer membaca

  1. Apakah kamu merasa lebih tertarik dan semangat dalam belajar membaca setelah menggunakan metode belajar eksperimen?

Sangat semangat karena gurunya baik juga

 

 

 

 

 

 

Nama Siswa: Zela

 Kelas         : 1

  1. Apa yang kamu sukai tentang belajar membaca?

Yang saya sukai ketika membaca yaitu seru dan menyenangkan

  1. Apakah ada hal yang sulit bagimu dalam belajar membaca? Jika ya, apa itu?

Tidak sulit

  1. Bagaimana kamu merasa setelah mengikuti metode belajar eksperimen dalam pembelajaran membaca?

trnyata membaca itu mudah

  1. Apa yang kamu pelajari dari kegiatan eksperimen yang telah kamu lakukan?

Belajar membaca dengan banyak bacaan seru

  1. Apakah kamu merasa lebih tertarik dan semangat dalam belajar membaca setelah menggunakan metode belajar eksperimen?

Sangat tertarik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3

 

3.    Soal Tes

Siklus 1

1.        Huruf yang kamu pelajari di kelas adalah...

a.    A, B, C

b.    X, Y, Z

c.    D, E, F

2.        Kata yang terdiri dari huruf A, B, C adalah...

a.    Cat

b.    Dog

c.    Elephant

3.        Apa yang kamu lakukan saat menghadapi kata yang sulit?

a.    Membaca berulang-ulang

b.    Bertanya pada teman

c.    Mencoba menebak

 

 

 

 

 

 

 

 

Siklus II

1.    Apa yang kamu pelajari tentang penggunaan tanda baca di kelas?

a.         Tanda titik

b.        Tanda seru

c.         Tanda panah

2.    Mana yang benar? "Buah _____ enak."

a.         Mank

b.        Makan

c.         Makanan

3.    Apa manfaat dari membaca buku?

a.    Mendapatkan pengetahuan baru

b.    Bermain game

c.    Menonton TV

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 4

4.    RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Sekolah                           :  SDN 14 PANDAN

Kelas /Semester             :  I/1(Satu)

Pertemuan                      :  Pertama

Alokasi Waktu               :  2  x 35 menit

 

A.    Standar Kompetensi :

Membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dengan berbagai variasi teks

 

B.     Kompetensi Dasar :

1.    Membaca dengan irama dan intonasi suara dengan berbagai variasi teks.

2.    Mengenal dan membaca beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

 

C.    Indikator :

1.    Siswa mampu membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa variasi teks.

2.    Siswa mampu mengenal dan membaca beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

 

D.    Tujuan Pembelajaran :

1.    Membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa variasi teks.

2.    Mengenal dan membaca beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

 

E.     Metode Pembelajaran :

Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode belajar eksperimen. Siswa akan diajak untuk melakukan percobaan membaca dengan mengikuti irama dan intonasi suara dalam beberapa variasi teks. Selain itu, siswa juga akan diberikan latihan membaca kata-kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

 

F.   KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

1.    Guru mengucapkan salam

2.    Guru memberikan pengarahan kepada peserta didik senantiasa berdo’a sebelum belajar secara mandiri dirumah.

3.    Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari

4.    Guru memotivasi peserta didik untuk senantiasa selalu semangat untuk belajar

15 Menit

Inti

 

1.    Guru menyajikan beberapa teks pendek dengan variasi irama dan intonasi suara.

2.    Guru membacakan teks pertama dengan menggunakan irama dan intonasi yang jelas.

3.    Siswa diminta untuk mengikuti membaca teks tersebut dengan irama dan intonasi yang sama.

4.    Guru memberikan umpan balik dan memperbaiki bacaan siswa jika diperlukan.

5.    Guru melanjutkan dengan teks berikutnya dan mengulangi langkah b-d. f. Guru memberikan variasi teks dengan irama dan intonasi yang berbeda dan mengulangi langkah b-d.

6.    Guru mengenalkan beberapa kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

7.    Siswa diminta untuk membaca kata-kata tersebut secara berurutan dengan pengucapan yang jelas.

8.    Guru memberikan umpan balik dan memperbaiki bacaan siswa jika diperlukan.

45 Menit

Penutup

1.      Guru merangkum pembelajaran yang telah dilakukan.

2.      Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa.

3.      Guru memberikan penguatan positif kepada siswa atas partisipasi dan usahanya dalam pembelajaran hari ini.

4.      Guru memberikan pekerjaan rumah untuk latihan membaca kata-kata dengan kelompok huruf vokal dan konsonan sederhana secara berurutan.

10 Menit

 

G.      PENILAIAN

a.         Tes Tetulis

b.        Observasi

c.         Praktik

Mengetahui

Kepala Sekolah

 

 

 

Muhammad Hidayat, M.Pd

 

Sintang,           2023

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Siti Masitoh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran  5

Dokumentasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar